Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Politik Netral

Iran Siap Beri Balasan yang 'Lebih Menyakitkan' Jika AS Terus Menyerang

Senin, 7 September 2026, 15:06 WIB Sumber: DetikNews Dibaca 1 kali
Ukuran:

Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengancam serangan balasan yang 'lebih cepat, lebih intens, dan lebih menyakitkan' terhadap AS, menyatakan bahwa era respons proporsional telah berakhir. Ancaman ini muncul setelah ketegangan enam bulan memuncak dengan saling serang di Selat Hormuz: AS menyerang tiga kapal tanker Iran sebagai balasan atas tembakan Iran ke kapal perang AS, kemudian Iran melancarkan serangan balasan terhadap aset-aset AS. Di tengah konflik yang masih buntu, AS mempertahankan blokade maritim dan menjatuhkan sanksi baru untuk memaksa Teheran tunduk, sementara Iran mempertahankan kendali atas Selat Hormuz.

Poin-Poin Utama

  • Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf ancam serangan balasan lebih besar jika AS terus serang Iran.
  • Ghalibaf nyatakan era balasan proporsional sudah berakhir pada pidato Minggu (6/9).
  • Iran serang kapal perang AS di Selat Hormuz sebagai balasan atas serangan AS terhadap kapal tanker Iran.
  • AS lakukan serangan besar terhadap Iran pekan lalu, picu eskalasi baru.
  • Konflik antara Iran dan AS sudah berlangsung enam bulan.
  • Iran pertahankan kendali ketat atas Selat Hormuz.
  • AS lanjutkan blokade maritim terhadap pelabuhan Teheran.
  • AS jatuhkan sanksi baru terhadap entitas yang punya hubungan finansial dengan Iran.
  • AS serang setidaknya tiga kapal tanker Iran pada akhir pekan (5-6 September).
  • CENTCOM klaim gagalkan upaya Iran tembaki dua kapal perang AS, satu kapal induk dan satu kapal perusak.
  • Pasukan AS lumpuhkan dua kapal tanker minyak Iran di lepas Pantai Pulau Kharg.
  • Satu kapal tanker minyak mentah Iran hancur total di Laut Oman saat kondisi tidak bermuatan.
  • IRGC klaim serang balik drone angkatan laut AS dan tiga kapal tanker di Selat Hormuz.
  • CENTCOM klaim semua kapal perang AS berhasil hindari serangan Iran.
  • Kementerian Luar Negeri Iran kecam serangan AS sebagai aksi ilegal dan agresif.
Tagar Terkait
#iran#amerika serikat#selat hormuz#irgc#centcom#konflik as-iran#mohammad bagher ghalibaf#garda revolusi iran
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.

Buka Sumber di DetikNews

Warta Terkini Lainnya