BPS: Konsumen Itu Membayar Harga, Bukan Perubahan IPH dan Inflasi
BPS mencatat harga beras di tingkat konsumen per pekan pertama September 2026 tetap tinggi di Rp15.653/kg, meski perubahan IPH dan inflasi tahunan cenderung menurun; Kepala BPS Amalia Adininggar menekankan konsumen membayar harga, bukan IPH atau inflasi. Bulog telah menggelontorkan sekitar 400.000 ton cadangan beras dalam dua pekan terakhir melalui program SPHP dan bantuan pangan, sehingga stok berkurang dari 5,2 juta ton menjadi 4,8 juta ton, dan mengusulkan penambahan kuota SPHP. Selain itu, Bulog merencanakan operasi pasar sekitar 400.000 ton beras premium di ritel modern bersama Aprindo untuk mengatasi kelangkaan beras premium.
Poin-Poin Utama
- BPS catat harga rerata nasional beras di tingkat konsumen pekan pertama September 2026 sebesar Rp 15.653 per kilogram.
- Harga beras pekan pertama September 2026 naik 0,52 persen dibandingkan Agustus 2026.
- Sebanyak 115 kabupaten dan kota alami kenaikan harga beras pada pekan pertama September 2026.
- Jumlah daerah dengan kenaikan harga beras turun dari 147 daerah pada akhir Agustus 2026.
- BPS kategorikan beras sebagai komoditas dengan level harga tinggi dan IPH rendah.
- Kabupaten Yahukimo catat perubahan IPH tertinggi pekan pertama September 2026 sebesar 47,34 persen.
- Kabupaten Mahakam Ulu catat perubahan IPH 12,71 persen, tertinggi kedua.
- Kabupaten Tulang Bawang catat perubahan IPH 7,57 persen, tertinggi ketiga.
- Tingkat inflasi tahunan beras turun dari 3,1 persen pada Juli 2026 menjadi 2,77 persen pada Agustus 2026.
- Inflasi tahunan beras Agustus 2025 pernah tembus 4,24 persen sebagai titik puncak.
- Tingkat inflasi bulanan beras Agustus 2026 turun menjadi 0,42 persen dari 0,49 persen pada Juli 2026.
- Beras alami inflasi delapan bulan beruntun pada Januari-Agustus 2026.
- Bulog gulirkan sekitar 400.000 ton CBP ke masyarakat dalam dua pekan terakhir.
- Cadangan CBP kelolaan Bulog turun dari 5,2 juta ton menjadi 4,8 juta ton.
- Bulog gulirkan sekitar 400.000 ton beras premium bekerja sama dengan Aprindo untuk operasi pasar.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.