Ketum PBNU Minta MBG Dikelola Lebih Berintegritas
Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz mendukung evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan pengelolaan yang lebih berintegritas guna mencegah terulangnya kasus keracunan yang menimpa ratusan santri di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Sidoarjo. Ia menekankan pentingnya tanggung jawab seluruh pihak terhadap kegiatan dan aturan yang berlaku di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sementara itu, Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii meminta investigasi menyeluruh atas kasus tersebut dan memastikan kondisi delapan santri yang sempat dirawat, dengan lima orang sudah dipulangkan dan tiga lainnya masih dalam perawatan.
Poin-Poin Utama
- Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz mendukung evaluasi Program MBG dengan pengelolaan lebih berintegritas.
- Kasus keracunan MBG terjadi di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Sidoarjo, Jawa Timur.
- Ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam dirawat di rumah sakit akibat keracunan MBG.
- Gus Kikin menilai perbaikan tata kelola MBG harus terus berjalan sambil mempertahankan praktik baik di SPPG.
- Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii meminta kasus keracunan MBG diinvestigasi untuk memastikan penyebabnya.
- Pernyataan Wamenag disampaikan pada Jumat (4/9/2026) di Jakarta.
- Wamenag menjenguk santri yang menjalani perawatan di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo.
- Delapan pasien masih menjalani perawatan saat kunjungan Wamenag.
- Lima dari delapan pasien sudah diperbolehkan pulang.
- Tiga pasien lainnya masih memerlukan perawatan.
- Keluhan para santri berupa gangguan perut dan rasa mual.
- Kondisi pasien disebut tidak berat menurut Wamenag.
- Dapur MBG tersebut telah menyuplai makanan ke pesantren selama hampir satu tahun sebelum kejadian.
- SPPG disebut sebagai satuan yang menangani pemenuhan gizi dalam Program MBG.
- Wamenag menegaskan perlunya investigasi terhadap penyebab keracunan makanan di pesantren tersebut.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.