TBB Dinilai Hanya Pindahkan Antrean, Dermaga Jadi Masalah Utama Ketapang-Gilimanuk
Gapasdap menilai mekanisme TBB di Pelabuhan Ketapang hanya memindahkan antrean ke Gilimanuk tanpa menambah kapasitas dermaga, karena dermaga yang digunakan tetap sama dan kepadatan terjadi di kedua sisi. Ketua Umum Gapasdap Khoiri Soetomo menyebut pola TBB hanya layak untuk kondisi khusus seperti arus mudik, bukan sebagai solusi reguler karena penghematan 15 menit tidak meningkatkan jumlah perjalanan dan malah menambah biaya operator. Gapasdap mengusulkan percepatan penyelesaian Dermaga MB II, pemulihan Dermaga Bulusan, dan pemangkasan port time dari 36 menjadi 20-25 menit sebagai solusi utama mengatasi masalah kemacetan.
Poin-Poin Utama
- Mekanisme TBB dinilai tidak menambah kapasitas dermaga Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
- TBB tidak meningkatkan jumlah perjalanan kapal Ketapang-Gilimanuk.
- Penghematan waktu TBB sekitar 15 menit karena kapal tidak memuat di Gilimanuk.
- Slot dan kapasitas dermaga tetap terbatas meski TBB diterapkan.
- TBB hanya cocok untuk kondisi khusus dan sementara, bukan pola operasi reguler.
- Pola TBB berpotensi memindahkan antrean ke sisi Gilimanuk.
- Kepadatan saat ini terjadi di kedua sisi, Ketapang dan Gilimanuk.
- Dermaga Movable Bridge II Ketapang ditutup sejak 21 Agustus 2026.
- Gapasdap mengusulkan percepatan penyelesaian Dermaga MB II Ketapang.
- Dermaga Bulusan perlu perbaikan atau penggantian dua unit dolphin fender.
- Port time saat ini 36 menit, diusulkan dipersingkat menjadi 20-25 menit.
- Dermaga landing craft machine dan plengsengan perlu dioptimalkan.
- Gapasdap menyarankan pemisahan kendaraan ringan dan berat serta buffer zone.
- Operator menanggung biaya perjalanan dua arah karena kapal dari Gilimanuk kembali kosong.
- Pernyataan disampaikan Ketua Umum Gapasdap Khoiri Soetomo pada Senin (7/9/2026).
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.