Fasilitasi Penumpang Pesawat Gagal Terbang, Kereta Tambahan Diturunkan
PT KAI menambah rangkaian pada delapan perjalanan kereta pada Senin (7/9/2026) untuk mengakomodasi penumpang pesawat yang gagal terbang akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, dengan tambahan kapasitas empat kereta eksekutif dan tujuh kereta ekonomi dari Jawa Timur hingga Jawa Barat. Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyatakan penambahan ini merupakan bagian dari penyesuaian kapasitas layanan berdasarkan kebutuhan operasional di lapangan. Langkah ini diambil di tengah penutupan tujuh bandara yang mengganggu sekitar 2.300 penerbangan dan 270.337 penumpang sejak Sabtu (5/9/2026).
Poin-Poin Utama
- PT KAI menambah rangkaian pada delapan perjalanan KA pada Senin (7/9/2026) akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
- Tambahan rangkaian menggunakan sarana stainless steel new generation dan New Image, melayani kelas eksekutif hingga ekonomi.
- KA Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi bertambah menjadi sembilan kereta eksekutif.
- KA Tegal Bahari relasi Pasar Senen-Tegal PP dan KA Gumarang relasi Pasar Senen-Surabaya Pasar Turi mendapat tambahan total empat kereta eksekutif dan tujuh kereta ekonomi.
- KA Gunung Jati relasi Cirebon-Gambir PP dan KA Gunung Jati relasi Gambir-Semarang Tawang PP bertambah menjadi lima kereta eksekutif serta lima kereta ekonomi.
- Armada KA tambahan Daop 8 Surabaya berkapasitas 582 tempat duduk, terdiri dari tiga gerbong eksekutif dan enam gerbong ekonomi generasi baru.
- Kapasitas KA tambahan setara dengan pesawat Airbus A380-800 atau Boeing 777-300 ER yang dapat mengangkut hingga 600 penumpang.
- Pada Minggu (6/9/2026), tercatat 40.723 penumpang naik dan turun di stasiun Daop 8 Surabaya.
- Volume penumpang Daop 8 Surabaya naik 8 persen dibanding Minggu (30/8/2026) dengan 37.657 penumpang.
- Hingga pukul 08.00 WIB Senin (7/9/2026), tercatat 37.389 penumpang turun di wilayah Daop 1 Jakarta.
- Kedatangan penumpang Daop 1 Jakarta naik 18,4 persen dibanding hari sebelumnya dengan 31.565 penumpang.
- Hingga Senin (7/9/2026) pukul 18.00, tujuh bandara masih ditutup termasuk Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, dan Husein Sastranegara.
- Sejak Sabtu (5/9/2026) hingga Senin (7/9/2026), sekitar 2.300 penerbangan dan 270.337 penumpang terganggu perjalanannya.
- Bandara yang ditutup sementara berdampak pada 1.397 penerbangan dengan 177.579 calon penumpang terdampak.
- Bandara lain yang terdampak penyesuaian rute mencapai 922 penerbangan dengan 92.758 calon penumpang terdampak.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.