Tangani Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Pengamat: Polri Konsisten Hadir di Tengah Bencana
Analis politik Boni Hargens mengapresiasi respons cepat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam penanganan dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, menilai tindakan Polri sebagai bukti konsistensi bantuan bencana mulai dari banjir bandang Sumatra, gempa Flores, hingga karhutla Kalimantan. Ia menegaskan aksi proaktif tersebut mencerminkan operasional nyata prinsip Presisi Polri dan sejalan dengan koridor hukum penanggulangan bencana. Polri sendiri telah mendistribusikan masker medis, menyediakan air bersih, menyiagakan rujukan medis, serta mengerahkan Armored Water Cannon untuk membersihkan endapan abu.
Poin-Poin Utama
- Boni Hargens, analis politik dan hukum sekaligus Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI), mengapresiasi respons cepat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
- Boni menyebut Polri konsisten menangani bencana, merujuk pada banjir bandang Sumatra, gempa Flores, dan karhutla Kalimantan.
- Pernyataan Boni disampaikan pada Senin (7/9).
- Boni menilai kehadiran negara dibutuhkan cepat dan tepat sasaran tanpa hambatan birokrasi saat krisis bencana.
- Boni mengaitkan langkah Polri dengan penerapan prinsip Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi, Berkeadilan, dan Efektif).
- Personel Polri dikerahkan, alat dikerahkan, dan bantuan dikirim langsung ke titik paling terdampak.
- Aksi Polri disebut selaras dengan Pasal 30 Ayat (4) UUD 1945.
- Aksi Polri disebut sesuai UU No. 2 Tahun 2002 tentang Polri.
- Aksi Polri disebut sesuai UU No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.
- Konteks bencana adalah sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
- Dampak abu vulkanik menurunkan kualitas udara.
- Instruksi Kapolri mencakup pendistribusian masker medis secara masif.
- Instruksi mencakup penyediaan pasokan air bersih.
- Instruksi mencakup penyiagaan skema rujukan medis.
- Instruksi mencakup penggerakan armada Armored Water Cannon (AWC) untuk membersihkan endapan abu di jalan raya.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.