Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Nasional Netral

Kemenag Terbitkan SE Penyesuaian Pembelajaran di Wilayah Terdampak Abu Vulkanik

Senin, 7 September 2026, 17:30 WIB Sumber: Media Indonesia Dibaca 1 kali
Ukuran:

Kemenag terbitkan SE Nomor 6 Tahun 2026 tentang penyesuaian pembelajaran bagi satuan pendidikan Islam di wilayah terdampak abu vulkanik akibat aktivitas gunung berapi. Satuan pendidikan diberi fleksibilitas menyesuaikan waktu, lokasi, dan metode pembelajaran, termasuk opsi pembelajaran jarak jauh, dengan mengutamakan keselamatan dan kesehatan warga sekolah melalui penggunaan masker N95 atau setara serta pakaian tertutup. Kebijakan ini merespons peningkatan aktivitas beberapa gunung seperti Anak Krakatau, Semeru, Ibu, dan Ili Lewotolok, dengan pembelajaran normal kembali setelah instansi berwenang menyatakan kondisi aman.

Poin-Poin Utama

  • Kemenag issued SE Number 6 Year 2026 for Islamic education units in areas affected by volcanic ash.
  • SE signed by Director General of Islamic Education Suyitno in Jakarta on September 7, 2026.
  • Policy covers Raudhatul Athfal/Madrasah, Islamic boarding schools, Islamic religious education units, and Islamic religious higher education institutions.
  • Schools permitted to adjust learning hours, locations, and methods based on local security conditions.
  • Options include changing entry/exit times, reducing face-to-face duration, relocating activities, limiting outdoor activities, or switching to distance learning.
  • Face-to-face learning may be temporarily suspended if conditions are deemed unsafe.
  • Facilities exposed to volcanic ash must be cleaned and mask availability must be ensured.
  • Recommended masks: N95, KN95, KF94, and FFP2; medical masks as temporary alternative.
  • Closed clothing and eye protection advised for outdoor activities.
  • Health symptoms like shortness of breath, chest pain, or red/aching eyes require referral to puskesmas or hospitals.
  • Information on learning changes must be clearly communicated to students, parents, educators, and staff without causing panic.
  • Information sources must refer to official authorized agencies.
  • Normal learning resumes after authorities declare conditions safe.
  • Policy follows increased volcanic activity at Anak Krakatau (Banten), Ibu (North Maluku), Semeru (East Java), and Ili Lewotolok (NTT).
Tagar Terkait
#gunung anak krakatau#abu vulkanik#pembelajaran jarak jauh#kemenag#gunung semeru#gunung ili lewotolok#gunung ibu#erupsi gunung berapi#pendidikan islam
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.

Buka Sumber di Media Indonesia

Warta Terkini Lainnya