Anggota DPD RI Filep Minta Masyarakat Adat Dilibatkan Dalam Pembahasan PI Tangguh
Anggota DPD RI Dapil Papua Barat Filep Wamafma minta masyarakat adat dilibatkan dalam pembahasan Participating Interest (PI) 10% di Wilayah Kerja Tangguh, dengan alasan proyek ini bernilai ekonomi sangat besar bagi Papua Barat, terutama setelah Train 3 beroperasi (kapasitas 11,4 juta ton LNG/tahun) dan proyek UCC senilai USD7 miliar dengan potensi 3 Tcf gas. Filep tegaskan kejelasan dan transparansi dari pemerintah pusat serta SKK Migas penting, sebab tanpa PI, Papua Barat tidak hanya kehilangan pendapatan saat ini tetapi juga kesempatan membangun aset ekonomi daerah jangka panjang hingga perpanjangan KKS 2055.
Poin-Poin Utama
- Anggota DPD RI Dapil Papua Barat Filep Wamafma angkat bicara soal PI 10% WK Tangguh.
- Filep minta kejelasan dan transparansi dari pemerintah pusat, SKK Migas, dan pihak terkait.
- Tangguh merupakan salah satu proyek gas bumi terbesar dan strategis di Indonesia.
- Tangguh berlokasi di Papua Barat dan menyangkut hak partisipasi ekonomi daerah penghasil.
- Kapasitas produksi LNG Tangguh setelah Train 3 beroperasi capai sekitar 11,4 juta ton per tahun.
- Tangguh masuk fase pengembangan baru lewat proyek Ubadari–CCUS–Compression (UCC).
- Nilai investasi proyek UCC sekitar USD7 miliar.
- Potensi sumber daya gas UCC sekitar 3 Tcf.
- PI berikan kesempatan daerah melalui badan usaha daerah untuk punya participating interest di KKS migas.
- Daerah penghasil bisa peroleh manfaat ekonomi langsung dari KKS melalui PI.
- Tanpa PI, Papua Barat berpotensi kehilangan pendapatan dan kesempatan bangun aset ekonomi daerah jangka panjang.
- Masa perpanjangan KKS Tangguh capai 2055.
- PI berpotensi jadi sumber pendapatan lintas pemerintahan dan lintas generasi.
- Pernyataan Filep disampaikan pada Senin (7/9/2026).
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.