Ekonomi Negatif
Industri Pariwisata Pulih, Wisatawan Diminta Waspadai Maraknya Penipuan Villa
buru untuk mencegah menjadi korban.
Poin-Poin Utama
- Industri pariwisata nasional tumbuh kembali, meningkatkan risiko penipuan akomodasi dan perjalanan.
- Bali jadi wilayah rentan penipuan villa dan penginapan.
- Marak villa estetik dan instagramable, incaran wisatawan dan pembuat konten.
- Modus penipuan pakai konten medsos, identitas palsu, dan harga murah.
- Saat pandemi Covid-19, pemilik villa beri potongan besar, bahkan di bawah tarif normal.
- Konten lama seperti 'villa Rp100 ribuan' masih tersebar di TikTok dan Instagram.
- Sales Manager PT Bersama Melali Bali, Dewa Ayu Dian, sampaikan fenomena ini pada Minggu (6/9/2026).
- Konten resmi akun TikTok @melalibali dan Instagram @melalibaliofficial dipakai pihak lain untuk tipu korban.
- Pelaku tawarkan harga tidak wajar, minta uang muka kecil, dan ciptakan urgensi.
- Istilah 'terpercaya', 'trusted', 'official' dipakai pelaku bangun kepercayaan.
- Nomor WhatsApp palsu disebar lewat kolom komentar medsos dan peta digital.
- Wisatawan diminta verifikasi kontak resmi, reputasi, testimoni, sebelum booking.
- Hindari bayar tergesa, terutama bila ada tekanan 'unit tinggal satu' atau 'promo hari ini'.
- Pastikan identitas penerima pembayaran dan legalitas penyedia jasa sebelum transfer.
- Cek kesesuaian rekening tujuan bila bertransaksi dengan perusahaan.
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?
Buka Sumber di Media IndonesiaHak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.