Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Ekonomi Negatif

Industri Pariwisata Pulih, Wisatawan Diminta Waspadai Maraknya Penipuan Villa

Senin, 7 September 2026, 17:41 WIB Sumber: Media Indonesia
Ukuran:

buru untuk mencegah menjadi korban.

Poin-Poin Utama

  • Industri pariwisata nasional tumbuh kembali, meningkatkan risiko penipuan akomodasi dan perjalanan.
  • Bali jadi wilayah rentan penipuan villa dan penginapan.
  • Marak villa estetik dan instagramable, incaran wisatawan dan pembuat konten.
  • Modus penipuan pakai konten medsos, identitas palsu, dan harga murah.
  • Saat pandemi Covid-19, pemilik villa beri potongan besar, bahkan di bawah tarif normal.
  • Konten lama seperti 'villa Rp100 ribuan' masih tersebar di TikTok dan Instagram.
  • Sales Manager PT Bersama Melali Bali, Dewa Ayu Dian, sampaikan fenomena ini pada Minggu (6/9/2026).
  • Konten resmi akun TikTok @melalibali dan Instagram @melalibaliofficial dipakai pihak lain untuk tipu korban.
  • Pelaku tawarkan harga tidak wajar, minta uang muka kecil, dan ciptakan urgensi.
  • Istilah 'terpercaya', 'trusted', 'official' dipakai pelaku bangun kepercayaan.
  • Nomor WhatsApp palsu disebar lewat kolom komentar medsos dan peta digital.
  • Wisatawan diminta verifikasi kontak resmi, reputasi, testimoni, sebelum booking.
  • Hindari bayar tergesa, terutama bila ada tekanan 'unit tinggal satu' atau 'promo hari ini'.
  • Pastikan identitas penerima pembayaran dan legalitas penyedia jasa sebelum transfer.
  • Cek kesesuaian rekening tujuan bila bertransaksi dengan perusahaan.
Tagar Terkait
#bali#pariwisata#media sosial#akomodasi#penipuan villa#modus penipuan
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.

Buka Sumber di Media Indonesia

Warta Terkini Lainnya