Kemenpar Ajak Pelaku Industri Pariwisata India Eksplorasi Yogyakarta dan Lombok
Yogyakarta untuk segmen budaya, keluarga, dan spiritual, serta Lombok untuk wisatawan muda—yang dilanjutkan dengan integrasi atraksi di Bali. Program tersebut merupakan strategi intensif Kemenpar untuk mengakselerasi kunjungan wisatawan India ke Indonesia melalui kolaborasi lintas sektor.
Poin-Poin Utama
- Kemenpar gelar Fam Trip pelaku industri perjalanan India tarik wisman.
- Enam perusahaan TA/TO India ikuti kegiatan: Shree Corp, Flag Holidays, S V Holiday Bazaar Private Limited, Wayfarers Hub, Thomas Cook (India) Limited, SOTC Travel Limited.
- Program kenalkan Yogyakarta dan Lombok sebagai pendamping Bali.
- Deputi Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini sampaikan pernyataan pada Senin (7/8).
- Fam Trip dibagi dua jalur eksplorasi: Grup A Yogyakarta, Grup B Lombok.
- Grup A eksplor Candi Borobudur, Candi Prambanan, Sendratari Ramayana, Taman Sari, Panoramic Train, workshop JogJamu.
- Grup A sasar segmen keluarga, senior, budaya, spiritual, MICE.
- Grup B kunjungi Gili Trawangan dan Kuta Mandalika.
- Grup B lakukan snorkeling, e-bike, cidomo, kunjungan Desa Adat Sade dan Masjid Raya Hubbul Wathan.
- Grup B target wisatawan usia 25–45 tahun.
- Kedua grup rejoin di Bali: night safari, Varuna Show di Taman Safari Bali, melukat Pura Tirta Empul, Bali Swing.
- Asisten Deputi Pemasaran Mancanegara I Kemenpar Dedi Ahmad Kurnia dukung pengenalan langsung.
- Mitra lintas sektor: KAI Wisata, InJourney, Taman Safari Bali, industri perhotelan.
- Tujuan: percepat kunjungan wisman India, buka peluang bisnis dan kolaborasi.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.