Setelah Operator Seluler, Giliran Industri Menara Berpeluang Konsolidasi
sebut akan merger. Konsolidasi ini diharapkan meningkatkan efisiensi, memperkuat struktur industri, mendorong kompetisi sehat, serta mempercepat pemerataan akses digital di Tanah Air.
Poin-Poin Utama
- Konsolidasi industri telekomunikasi berpotensi bergeser ke bisnis menara setelah operator seluler menyisakan tiga pemain besar.
- Direktur Utama Telkom Indonesia Dian Siswarini menyatakan konsolidasi menara merupakan fase pematangan industri.
- Bisnis menara telekomunikasi bersifat padat modal dan membutuhkan investasi jangka panjang besar.
- PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel), anak usaha Telkom, dirumorkan akan merger dengan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (Tower Bersama).
- Tower Bersama dimiliki Bersama Digital Infrastructure Asia serta konsorsium Saratoga Group (Edwin Soeryadjaya dan Sandiaga Uno) dan Provident Capital.
- Chief Operating Officer BPI Danantara Doni Oskaria menyatakan akan mengecek kebenaran kabar merger tersebut.
- Doni menilai merger antara perusahaan pelat merah dan swasta sah dan merupakan bagian dari strategi bisnis.
- Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkomsel Daru Mulyawan memandang konsolidasi di seluruh subsektor telekomunikasi sebagai hal positif.
- Konsolidasi jangka panjang diyakini mendorong operator seluler lebih rasional, fokus pada profitabilitas dan pertumbuhan.
- Industri seluler sebelumnya memiliki sekitar enam pemain, kini tersisa tiga operator.
- Telkom Group fokus pada semester II-2026 pada monetisasi Telkomsel, perbaikan jaringan tetap, efisiensi biaya, dan penyederhanaan portofolio.
- Telkom Group telah menuntaskan 12 entitas pada semester I-2026 dan melanjutkan proses streamlining.
- Telkom Group tengah memetakan portofolio entitas berbasis segmen bisnis untuk menilai nilai strategis dan kinerja.
- Ketua Umum Mastel Sarwoto Atmosutarno menyebut bisnis menara sebagai infrastruktur pasif mencakup lokasi dan fisik menara.
- Konsolidasi diyakini dapat meningkatkan efisiensi, memperkuat struktur industri menara, dan mempercepat pemerataan akses digital.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.