Qodari: Prabowo Pastikan Persoalan Dalam Negeri Tertangani Sebelum ke Luar Negeri
Kepala Bakom RI Muhammad Qodari menegaskan Presiden Prabowo selalu memastikan persoalan dalam negeri seperti harga kebutuhan pokok, lapangan kerja, bencana alam, dan karhutla tertangani sebelum melakukan kunjungan ke luar negeri, terbukti dari rangkaian kunjungan ke Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Riau, Palembang, dan NTT pada Agustus 2026. Qodari menilai diplomasi internasional, termasuk kunjungan ke Rusia dan forum EEF, ditujukan untuk membuka peluang ekonomi, investasi, perdagangan, serta kerja sama pangan dan energi yang bermanfaat bagi Indonesia. Ia menegaskan penanganan masalah domestik dan diplomasi luar negeri dijalankan bersamaan demi kesejahteraan masyarakat.
Poin-Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto memastikan penanganan persoalan dalam negeri sebelum melakukan kunjungan ke Rusia.
- Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menyampaikan pernyataan tersebut pada Senin (7/9/2026).
- Qodari menyebut persoalan domestik meliputi harga kebutuhan pokok, lapangan kerja, bencana alam, dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla).
- Pada 22 Agustus 2026, Prabowo terbang ke Kalimantan Barat untuk memimpin rapat terbatas dan meninjau penanganan karhutla.
- Prabowo melanjutkan kunjungan ke Kalimantan Tengah untuk mengecek dan memimpin penanganan karhutla.
- Pada 24 Agustus 2026, Presiden berkunjung ke Riau dan Palembang memimpin rapat penanganan karhutla.
- Pada 26 Agustus 2026, Prabowo mendatangi Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk melihat langsung dampak gempa.
- Qodari menyatakan persoalan dalam negeri tetap menjadi perhatian Presiden meski pemerintah menjalankan diplomasi internasional.
- Prabowo hadir dalam forum Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Rusia.
- Dalam forum tersebut, Presiden mengajak pelaku usaha global berinvestasi dan menciptakan nilai tambah di Indonesia.
- Prabowo mendorong Rusia menggandakan nilai perdagangan bilateral jika kerja sama perdagangan bebas Indonesia-Uni Ekonomi Eurasia resmi berlaku.
- Presiden mendorong penguatan kerja sama Indonesia-Rusia di bidang pangan dan energi.
- Qodari menyatakan penanganan domestik dan diplomasi luar negeri bukan dua agenda yang saling bertentangan.
- Qodari menilai semakin banyak peluang ekonomi melalui diplomasi berpotensi meningkatkan investasi dan lapangan kerja.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.