Perang dan Gejolak Perdagangan Jadi Agenda KTT BRICS di India
negara BRICS berkumpul di New Delhi, India, pada 12-13 September 2026 untuk membahas perang di Timur Tengah dan Ukraina serta gejolak perdagangan global. Meskipun BRICS kini beranggotakan 11 negara yang mewakili sekitar setengah populasi dunia, para ahli menilai blok ini menghadapi kesulitan untuk mengambil posisi bersama karena kepentingan politik, ekonomi, dan ambisi regional antaranggota yang saling bertentangan. Selain itu, gagasan mengurangi ketergantungan pada dolar AS juga sulit direalisasikan karena perbedaan mata uang, sistem keuangan, dan prioritas ekonomi antaranggota.
Poin-Poin Utama
- KTT BRICS berlangsung pada 12-13 September 2026 di New Delhi, India.
- Para pemimpin Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan tiba pada 11 September.
- Vladimir Putin dan Masoud Pezeshkian termasuk di antara pemimpin yang hadir.
- Agenda utama KTT meliputi perang di Timur Tengah, Ukraina, dan gejolak perdagangan global.
- BRICS didirikan pada tahun 2009 sebagai forum negara berkembang.
- Blok ini awalnya bernama berdasarkan akronim Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan.
- Saat ini BRICS beranggotakan 11 negara.
- Anggota BRICS mewakili sekitar setengah populasi dunia.
- Iran menyerukan BRICS didirikan untuk melawan unilateralisme.
- Praveen Donthi dari International Crisis Group menyatakan Global South bukan entitas homogen.
- India menjaga hubungan dekat dengan Moskva dan Washington secara bersamaan.
- India konsisten menyerukan dialog dan diplomasi terkait konflik Rusia-Ukraina.
- China dan Rusia mendukung Iran di forum internasional, sementara India berhati-hati.
- BRICS membahas peningkatan perdagangan dalam mata uang lokal untuk kurangi ketergantungan pada dolar AS.
- BRICS menyerukan perubahan representasi di lembaga keuangan global.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.