Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Politik Negatif

"Redaksi Yth": Jiwa yang Sakit

Senin, 7 September 2026, 22:19 WIB Sumber: Kompas
Ukuran:

Artikel menyoroti Hari Olahraga Nasional sebagai momentum introspeksi bagi pejabat yang sakit jiwa, ditandai dengan korupsi berjemaah, keserakahan, dan rangkap jabatan. Unjuk rasa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu yang menuntut pengesahan RUU Perampasan Aset dibubarkan dengan cara tidak elok, termasuk pemblokiran rekening koordinator dan dugaan pelibatan ormas. Penulis mengusulkan retret refleksi bagi pejabat untuk pemulihan batin, seraya mengingatkan rakyat agar tetap kuat dan tidak melupakan sejarah agar kerusuhan 1998 tidak terulang.

Poin-Poin Utama

  • Haornas diperingati setiap 9 September sebagai bentuk apresiasi terhadap olahraga.
  • Adagium yang dikutip: mens sana in corpore sano, tubuh sehat jiwa kuat.
  • Penulis menandai pejabat sakit lewat korupsi berjemaah, serakah, dan rangkap jabatan.
  • Modus disebut termasuk pencucian uang dan pemalsuan LHKPN.
  • Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) gelar unjuk rasa menuntut pengesahan RUU Perampasan Aset dan hukuman mati koruptor (Kompas, 28/8/2026).
  • Aksi AMPB berlangsung damai dan tidak menuntut pelengseran presiden.
  • Koordinator AMPB, Supriyono, diblokir rekeningnya setelah aksi.
  • Pembubaran aksi AMPB pada 1/9/2026 (Kompas) diduga melibatkan ormas.
  • Penulis mengusulkan retret berupa refleksi dan meditasi, bukan untuk loyalitas politik.
  • Konsep yang diangkat: sangkan paraning dumadi, paham asal-usul dan tujuan hidup.
  • Penulis menutup dengan kutipan Bung Karno: Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah (Jas Merah).
  • Penulis menyinggung kerusuhan 1998 sebagai batas kekhawatiran.
Tagar Terkait
#korupsi#ruu perampasan aset#hari olahraga nasional#haornas#lhkpn#aliansi masyarakat pati bersatu#ampb#introspeksi pejabat
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya