Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Politik Netral

Presiden Prabowo Perintahkan Penambahan Anggaran Mitigasi Bencana

Senin, 7 September 2026, 22:21 WIB Sumber: Kompas
Ukuran:

Presiden Prabowo Subianto memerintahkan penambahan anggaran mitigasi bencana secara signifikan menyusul penanganan bencana gempa Flores, erupsi Gunung Anak Krakatau, serta kebakaran hutan dan lahan. Langkah ini diambil karena posisi Indonesia di kawasan ring of fire menuntut kesiapsiagaan bencana setiap saat, sehingga kapasitas mitigasi nasional perlu diperkuat. Presiden juga meminta penyusunan masterplan mitigasi secara menyeluruh, termasuk peningkatan alokasi peralatan seperti helikopter, drone, pompa air, dan ekskavator di wilayah rawan.

Poin-Poin Utama

  • Presiden Prabowo Subianto memerintahkan penambahan signifikan anggaran mitigasi bencana.
  • Indonesia berada di kawasan cincin api (ring of fire) sehingga memerlukan kesiapsiagaan bencana setiap saat.
  • Rapat terbatas berlangsung Senin (7/9/2026) untuk memantau penanganan bencana.
  • Bencana ditangani mencakup gempa Flores, erupsi Gunung Anak Krakatau, serta kebakaran hutan dan lahan.
  • Hadir dalam rapat antara lain Mensesneg Prasetyo Hadi, Seskab Teddy Indra Wijaya, Menhub Dudy Purwagandhi, Menkes Budi Gunadi Sadikin, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena via konferensi video.
  • Presiden meminta penyusunan masterplan mitigasi bencana yang menyeluruh dan masif.
  • Penguatan mitigasi mencakup modifikasi kapal induk untuk operasi helikopter dan drone, penambahan pesawat untuk modifikasi cuaca, serta pengembangan teknologi drone pemadaman udara.
  • Presiden menilai respons bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat membaik dengan pengerahan kekuatan nasional secara masif.
  • Presiden meminta pola penanganan karhutla bergeser dari reaktif menjadi antisipatif dengan peralatan tersedia sebelum kejadian.
  • Peralatan yang diminta termasuk helikopter, pompa air, kendaraan pemadam, dan ekskavator di wilayah rawan.
  • Presiden menerapkan prinsip lebih baik lebih daripada kurang dalam perencanaan peralatan mitigasi.
  • Instruksi koordinasi anggaran disampaikan ke Mensesneg, Menteri Keuangan, dan Menteri Bappenas.
  • Laporan berjenjang gempa Flores diminta dari Kemendagri, BNPB, BMKG, Badan Geologi ESDM, TNI, Polri, dan pemerintah daerah.
  • Presiden menegaskan negara harus hadir dan siap sebelum bencana terjadi, bukan hanya merespons cepat setelahnya.
  • Penambahan anggaran juga relevan dengan penanganan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Tagar Terkait
#gunung anak krakatau#bmkg#karhutla#prabowo subianto#bnpb#mitigasi bencana#anggaran#gempa flores
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya