Leon Panetta Prediksi Perang AS-Iran Berlanjut Enam Bulan Lagi
Iran akan berlanjut setidaknya enam bulan ke depan akibat kebuntuan diplomatik setelah serangan gabungan AS-Israel. Panetta juga memperingatkan ketegangan internal di Pentagon melemahkan posisi AS dan berpotensi menciptakan forever war baru di Timur Tengah. Di medan tempur, AS menyerang tiga tanker Iran setelah IRGC melancarkan rudal balistik ke kapal AS, sementara Selat Hormuz tetap beroperasi dengan lalu lintas minyak lebih dari 9 juta barel per hari.
Poin-Poin Utama
- Mantan Menteri Pertahanan AS Leon Panetta memprediksi perang AS-Iran akan berlanjut setidaknya enam bulan ke depan.
- Pasca serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran, upaya diplomatik menunjukkan kemajuan minimal dengan negosiasi terhenti sejak Juni.
- Panetta menjabat Menteri Pertahanan AS di era Presiden Barack Obama dan pernah memimpin CIA.
- Panetta memperingatkan perang ini berisiko menjadi forever war lain di Timur Tengah.
- US Central Command menyerang tiga tanker Iran pada Sabtu (5/9/2026).
- Korps Garda Revolusi Islam Iran meluncurkan rudal balistik ke dua kapal angkatan laut AS.
- Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf menyatakan aturan main perang melawan Iran telah berubah pada Minggu (6/9/2026).
- Iran mencoba melakukan blokade di Selat Hormuz.
- Menteri Energi AS Chris Wright menyatakan minyak tetap mengalir melalui Selat Hormuz.
- Transit Selat Hormuz rata-rata mencapai lebih dari 9 juta barel per hari per 6 September 2026.
- Wright mengklaim aliran minyak saat ini mencapai dua pertiga atau lebih dari volume sebelum konflik.
- Panetta menyoroti ketegangan internal di Pentagon yang melemahkan posisi AS.
- Iran menyatakan akan meningkatkan upaya melawan masalah ekonomi akibat sanksi AS.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.