Ramai-ramai Berburu Masker Imbas Abu Vulkanik Krakatau
Warga Jakarta memburu masker di Pasar Pramuka imbas paparan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau, menyebabkan pedagang kebanjiran order dan stok menipis. Penjual seperti Gilang mengaku sudah menjual ratusan boks dengan masker N95 sebagai yang paling dicari, sementara harga naik sekitar 5 persen karena kelangkaan. BMKG kemudian mengumumkan pada sore hari bahwa Jakarta keluar dari daftar daerah terdampak, namun sebaran abu vulkanik masih bergerak ke barat daya menuju Banten, Lampung, Bengkulu, dan Samudra Hindia.
Poin-Poin Utama
- Warga Jakarta serbu masker imbas paparan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
- Lokasi ramainya pembelian di Pasar Pramuka, Jakarta Timur.
- Lonjakan permintaan masker di Pasar Pramuka terjadi sejak Minggu (6/9).
- Pedagang masker bernama Gilang di Pasar Pramuka laporkan stok masker mulai kosong.
- Stok masker menipis karena distributor kebanjiran pesanan.
- Gilang klaim sudah jual 100-200 boks masker dalam sehari.
- Masker N95 jadi jenis paling banyak diminta pembeli.
- Harga masker di kios Gilang naik sekitar 5 persen dari harga biasa.
- Pedagang bernama Putri laporkan penjualan masker naik signifikan sejak Minggu (6/9).
- Putri jual masker duckbill Rp 40 ribu per boks isi 50 buah.
- Putri jual masker bedah karet Rp 45 ribu per boks isi 50 buah.
- Putri sebelumnya sempat jual 100 boks lebih, belum rekap penjualan terbaru.
- Abu vulkanik masih sebar ke Jakarta pagi ini (7/9), Jakarta keluar daftar terdampak per 15.00 WIB.
- BMKG umumkan abu vulkanik bergerak ke barat daya Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.
- Abu vulkanik terdeteksi pada dua lapisan: rendah (permukaan-15.000 ft/4,57 km) ke barat daya-barat laut, dan tinggi (permukaan-50.000 ft/15,24 km) ke barat daya-barat.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.