Menikmati Malam di Pontianak Kota Seribu Kedai Kopi
Pontianak, ibu kota Kalimantan Barat, dijuluki 'Kota Seribu Warung Kopi' dengan 1.035 usaha warung kopi dan coffee shop tersebar di enam kecamatan per Agustus 2025, terpusat di Pontianak Selatan dan Pontianak Kota. Kawasan seperti Jalan Gajah Mada (Coffee Street) dan Jalan Reformasi tetap ramai dikunjungi baik warga lokal maupun pelancong meskipun udara terdampak asap karhutla. Budaya ngopi di Pontianak telah mengakar kuat sebagai ruang interaksi sosial lintas etnis sekaligus penggerak ekonomi UMKM, dengan contoh ikonik Kopi Asiang di Jalan Merapi yang berdiri sejak 1958.
Poin-Poin Utama
- Udara Pontianak terasa panas dan berkabut akibat asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
- Suasana malam Pontianak tetap hidup dengan kedai kopi dan kuliner yang ramai pengunjung lokal dan pelancong.
- Jalan Gajah Mada dikenal sebagai pusat Pecinan dan kawasan Coffee Street dengan kedai kopi legendaris, kafe modern, restoran, hotel, dan pusat perbelanjaan.
- Kawasan Jalan Gajah Mada tidak pernah sepi dari pagi hingga malam hari sebagai pusat aktivitas ekonomi dan hiburan.
- Jalan Reformasi menjadi kawasan favorit kawula muda, pelajar, dan mahasiswa dengan coffee shop kekinian, tempat makan, dan ruang sosial.
- Bapenda Kota Pontianak mencatat 1.035 objek usaha warung kopi dan coffee shop per Agustus 2025.
- Objek usaha tersebut tersebar di enam kecamatan di Kota Pontianak.
- Pusat utama warung kopi berada di kawasan Pontianak Selatan dan Pontianak Kota.
- Pontianak dikenal sebagai 'Kota Seribu Warung Kopi' menurut Walikota Edi Rusdi Kamtono.
- Warung kopi berkontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan membuka lapangan kerja.
- Rudy R Harahap, Kepala BPKP Kalimantan Barat, menyebut pertumbuhan kedai kopi menunjukkan gairah ekonomi positif.
- Pemerintah daerah didorong memberi kemudahan perizinan, pembinaan, dan insentif bagi UMKM.
- Budaya ngopi di Pontianak menjadi tradisi interaksi sosial lintas etnis tanpa batasan status.
- Kopi Asiang di Jalan Merapi berdiri sejak tahun 1958 dan terkenal dengan tradisi kopi tarik.
- Pemilik Kopi Asiang dikenal meracik kopi tanpa mengenakan baju.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.