Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Tekno Netral

Temuan Karbon Organik di Sungai Kuno Mars Perkuat Petunjuk Kehidupan di Planet Merah

Selasa, 8 September 2026, 00:46 WIB Sumber: Media Indonesia Dibaca 1 kali
Ukuran:

Rover Perseverance mendeteksi salah satu jejak macromolecular carbon terluas di Mars, tersimpan dalam batuan lumpur dari bekas saluran sungai purba di Kawah Jezero. Karbon kompleks kemungkinan masuk melalui dua tahap pengendapan sedimen dan perubahan batuan oleh air tanah, tetapi belum membuktikan keberadaan kehidupan karena asal molekulnya masih belum diketahui. Penelitian lanjutan dan analisis sampel batuan diperlukan untuk membedakan proses biologis dari proses geologis atau material luar planet.

Poin-Poin Utama

  • Rover Perseverance NASA mendeteksi jejak karbon organik kompleks paling luas di Mars, tersimpan dalam batuan lumpur Kawah Jezero.
  • Temuan dipublikasikan dalam jurnal Science Advances.
  • Penelitian didasarkan pada ratusan deteksi macromolecular carbon (MMC) pada dua sampel batuan.
  • Kedua batuan berasal dari formasi Bright Angel di Neretva Vallis, bekas saluran air purba menuju danau Kawah Jezero.
  • Karbon terdeteksi pada permukaan batuan alami, mineral sedimen, serta mineral karbonat dan sulfat.
  • Identifikasi material menggunakan instrumen SHERLOC (Scanning Habitable Environments with Raman & Luminescence for Organics & Chemicals).
  • SHERLOC memakai laser ultraviolet dan spektroskopi fluoresensi untuk analisis komposisi batuan.
  • Karbon kompleks masuk dan tersimpan melalui sedikitnya dua tahap sejarah pembentukan batuan.
  • Tahap pertama: pengendapan sedimen di sungai purba.
  • Tahap kedua: air tanah mengubah batuan dan membentuk mineral baru.
  • Temuan belum membuktikan secara absolut adanya kehidupan di Mars.
  • Molekul karbon bisa berasal dari proses biologis, geologis abiotik, atau material luar planet seperti meteorit.
  • Pada 2024, Perseverance mengidentifikasi pola 'bintik macan tutul' (leopard spots) di lokasi yang sama.
  • Di Bumi, bintik milimeter serupa связаны dengan aktivitas mikroba, namun bisa juga terbentuk secara abiotik.
  • Tantangan utama astrobiologi: membedakan molekul organik hasil kehidupan versus proses alamiah tanpa kehidupan.
Tagar Terkait
#nasa#mars#perseverance#karbon organik#astrobiologi#kawah jezero#sherloc#kehidupan purba
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.

Buka Sumber di Media Indonesia

Warta Terkini Lainnya