Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Lingkungan Positif

Kala Air Laut Sejenak Menjauhi Pantai

Selasa, 8 September 2026, 08:35 WIB Sumber: Kompas Dibaca 1 kali
Ukuran:

Artikel mendeskripsikan fenomena air surut di Selat Madura pada 7 September 2026, ketika permukaan laut perlahan mundur dan memperlihatkan dasar perairan, lumpur, serta endapan di sepanjang garis pantai. Di dekat Jembatan Suramadu, puluhan perahu nelayan kandas sehingga mereka memperbaiki jaring atau menunggu di warung sambil menikmati pemandangan laut yang surut. Kesimpulannya, pasang surut bukan sekadar fenomena alam melainkan ritme kehidupan sehari-hari bagi masyarakat pesisir.

Poin-Poin Utama

  • Selat Madura mengalami surut pada Senin (7/9/2026) menjelang petang.
  • Permukaan air surut memperlihatkan garis pantai dan dasar perairan dangkal.
  • Warna air berubah menjadi biru keabu-abuan, coklat lumpur basah, dan kehitaman endapan.
  • Genangan kecil tertinggal seperti kolam di pantai yang landai.
  • Selat Madura tidak mengering seluruhnya karena kedalaman dan karakter dasar laut berbeda-beda.
  • Pengaruh pasang surut tidak sama di setiap titik selat.
  • Bagian lain Selat Madura tetap memiliki air cukup dalam untuk pelayaran saat satu kawasan surut.
  • Di dekat Jembatan Suramadu, puluhan perahu tambatan kandas akibat surut.
  • Nelayan tidak bisa melaut dan memperbaiki jaring di posko nelayan.
  • Warga berwisata murah minum kopi dan jajanan di warung bibir pantai.
  • Dasar laut dangkal tertutup air membentuk lanskap dilihat dari pantai.
  • Lumpur pesisir mengeras perlahan saat terkena udara.
  • Genangan air memantulkan langit sore.
  • Bagian tertentu menjadi tempat mencari kerang dan biota laut terperangkap.
  • Pasang surut mengatur ritme harian nelayan dari berangkat, tambat perahu, hingga mencari hasil laut.
Tagar Terkait
#surabaya#fenomena alam#nelayan#pasang surut#pesisir#selat madura#jembatan suramadu
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya