Cerita Nelayan Bertemu Rombongan Kapal Jurnalis Sebelum Hilang Kontak
Nelayan Supri dari Pantai Carita, Banten, mengaku sempat berpapasan dengan speedboat rombongan jurnalis yang kemudian hilang kontak saat meliput Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda pada Senin (7/9). Memasuki hari ketiga pencarian, Kamis (10/9), petugas mengerahkan 9 kapal termasuk 3 kapal perang TNI AL serta 250 personel yang dibagi ke 5 titik wilayah operasi pencarian. Rombongan terdiri dari lima jurnalis, dua awak kapal, dan satu pemandu yang bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau yang sedang erupsi.
Poin-Poin Utama
- Speedboat jurusan jurnalis hilang kontak saat meliput Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.
- Rombongan speedboat membawa 5 jurnalis, 2 awak kapal, dan 1 pemandu.
- Kapal berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, Banten.
- Kehilangan kontak terjadi Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB.
- Tujuan pelayaran adalah pemberitaan erupsi Gunung Anak Krakatau.
- Nelayan Supri berpapasan dengan speedboat jurnalis saat melaut mencari ikan.
- Kondisi perairan masih normal saat Supri berpapasan dengan speedboat.
- Arah angin bergerak menuju selatan atau wilayah Lampung bagian timur.
- Pencarian hari ketiga, Kamis (10/9), mengerahkan 9 kapal.
- Tiga kapal perang TNI AL dikerahkan: KRI Leuser-924, KRI Kerambit-627, dan KRI Lepu-861.
- Tim gabungan search and rescue berjumlah 250 personel.
- Personel dibagi ke 5 titik wilayah operasi pencarian.
- Jurnalis yang hilang: M Bagus Khoirunnas (ANTARA), Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), dan Donal (pewarta lepas).
- Awak kapal bernama Warta (55) dan Surakman (60).
- Pemandu bernama Heriyanto (49).
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh CNN.