Debu Tak Terlalu Tebal, Purbaya Klaim Dampak Ekonomi Erupsi Anak Krakatau Belum Signifikan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda belum berdampak signifikan terhadap perekonomian karena sebaran debu tidak terlalu tebal dan berlangsung singkat. Pemerintah belum menyiapkan stimulus atau insentif fiskal khusus, namun anggaran penanganan bencana seperti Dana Cadangan Bencana, Dana Siap Pakai, dan Pooling Fund Bencana siap dicairkan melalui APBN untuk kebutuhan tanggap darurat BNPB. Kebijakan fiskal masih menunggu perkembangan kondisi lapangan dan perhitungan dampak yang lebih terukur.
Poin-Poin Utama
- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda belum berdampak signifikan terhadap perekonomian nasional.
- Purbaya menyampaikan pernyataan tersebut di Istana Negara pada Selasa (8/9/2026).
- Purbaya menyebutkan debu vulkanis tidak terlalu tebal dan gangguan operasional berlangsung dalam hitungan hari.
- Purbaya menyatakan dampak erupsi ini tidak sebesar bencana di Sumatera Utara, Aceh, Sumatera Barat, atau NTT.
- Pemerintah belum menyiapkan stimulus ekonomi khusus terkait erupsi Gunung Anak Krakatau.
- Pemerintah juga belum menyiapkan insentif fiskal khusus bagi sektor usaha terdampak, termasuk penerbangan dan penyeberangan.
- APBN telah menyediakan Dana Cadangan Bencana dan Dana Siap Pakai (DSP) yang dikelola BNPB untuk penanganan kedaruratan.
- Penanganan kedaruratan juga didukung skema Pooling Fund Bencana (PFB).
- Anggaran penanganan bencana siap dicairkan apabila BNPB membutuhkan tambahan pendanaan.
- Pemerintah memantau dampak erupsi terhadap arus logistik, perdagangan, dan kegiatan ekonomi di wilayah Banten dan Lampung.
- Instrumen tanggap darurat mencakup penyediaan logistik penyelamatan, santunan warga terdampak, dan pembersihan fasilitas publik.
- Penilaian awal menunjukkan gangguan operasional belum menimbulkan tekanan makroekonomi yang besar.
- Kebijakan insentif fiskal masih menunggu perkembangan kondisi lapangan dan penghitungan dampak yang lebih terukur.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.