Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Pendidikan Negatif

Alarm dari PISA 2025: Perundungan di Sekolah Hantui Murid di Indonesia

Minggu, 13 September 2026, 09:02 WIB Sumber: Kompas
Ukuran:

Skor PISA 2025 menunjukkan 24 persen murid Indonesia mengalami perundungan beberapa kali dalam sebulan, lebih tinggi dari rata-rata OECD sebesar 20 persen, dengan perundungan siber sekalipun mampu menurunkan nilai sains rata-rata 18 poin. Prevalensi perundungan meningkat secara global dan keterlibatan orangtua dalam proses belajar juga menurun dibandingkan PISA 2022, menjadi alarm bagi satuan pendidikan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan terlindungi.

Poin-Poin Utama

  • PISA 2025 mengungkapkan 24% murid di Indonesia mengalami perundungan beberapa kali dalam sebulan.
  • Angka tersebut lebih tinggi dari rata-rata negara OECD sebesar 20%.
  • 15,2% siswa pernah dijadikan bahan lelucon oleh siswa lain.
  • 3,2% siswa pernah diancam oleh siswa lain.
  • 5,6% siswa pernah dipukul atau didorong oleh siswa lain.
  • 11,6% siswa pernah menjadi korban penyebaran rumor buruk.
  • 7% siswa pernah mengalami perundungan siber.
  • Korban perundungan siber memperoleh nilai rata-rata 18 poin lebih rendah dalam sains.
  • PISA 2022 mencatat 25% murid perempuan dan 30% murid laki-laki di Indonesia menjadi korban perundungan.
  • 48% siswa pada 2025 melaporkan orangtuanya menanyakan aktivitas di sekolah setidaknya sekali seminggu.
  • 36% siswa melakukan diskusi mingguan tentang masalah sekolah dengan orangtuanya.
  • Angka tersebut menurun dari temuan PISA 2022 yaitu masing-masing 57% dan 48%.
  • Prevalensi perundungan meningkat di sebagian besar negara antara 2022 dan 2025.
  • Peningkatan terbesar terjadi pada perundungan relasional berupa penyebaran rumor dan pengucilan sosial.
  • Pemerintah akan tindak lanjuti dengan empat pilar utama termasuk mencegah perundungan dan membangun peran keluarga.
Tagar Terkait
#sekolah#oecd#pisa 2025#perundungan#bullying#murid indonesia#pendidikan karakter#perundungan siber
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya