'Nostradamus China' Viral Lagi: Prediksinya Kali Ini, AS Chaos karena Perang Saudara pada 2027
Kanada yang dijuluki 'Nostradamus China', memprediksi AS akan mengalami kekacauan dan potensi perang saudara pada 2027 akibat eskalasi perang dengan Iran. Ia menyebut 'Jebakan Iran'—konflik panjang akibat geografis Iran—akan memicu keruntuhan ekonomi global, perekrutan wajib militer, serta despliegue Garda Nasional di kota-kota besar AS. Jiang juga memperkirakan AS akan 'membalkanisasi' menjadi faksi-faksi kecil, dengan Trump berupaya kembali berkuasa dan mengubah AS menjadi 'teokrasi Kristen AI'.
Poin-Poin Utama
- Jiang Xueqin, pengajar keturunan China-Kanada, dijuluki 'Nostradamus China' dan terkenal lewat kanal Youtube Predictive History.
- Jiang sebelumnya benar memprediksi Donald Trump memenangi Pilpres AS 2024 dan melancarkan perang dengan Iran bersama Israel.
- Jiang memprediksi AS bisa mengalami perang saudara pada 2027.
- Jiang menyebut rangkaian konflik dimulai dari eskalasi perang di Iran.
- Efek berantai merembet ke krisis ekonomi, penangkapan warga sipil, dan demonstrasi massal di AS.
- Jiang memprediksi ekonomi global bisa runtuh pada 2027.
- Jiang berargumen Iran memiliki pegunungan dan populasi besar yang memaksa AS melancarkan operasi serangan darat berskala besar.
- Jiang memprediksi perang gesekan berlangsung bertahun-tahun, kemungkinan satu dekade, berakhir pada kekalahan AS.
- Jiang memprediksi Washington akan memaksa perekrutan paksa wajib militer.
- Pada 2027, AS akan mengesahkan draf legislasi sebagai dasar perekrutan nasional anggota militer.
- Garda Nasional akan dikerahkan di Los Angeles, Boston, dan Chicago untuk menghadapi perlawanan.
- Pada 2027, AS diprediksi 'membalkanisasi' lewat pemberontak lokal, kekerasan politik, dan aksi massa.
- Jiang menyoroti Selat Hormuz yang bisa ditutup Iran dan menyebabkan kehancuran ekonomi global.
- Jiang memprediksi Trump akan mencoba kembali menjadi Presiden AS untuk periode ketiga.
- Jiang menyebut AS akan menjelma menjadi 'teokrasi Kristen AI' berpusat di Austin, Texas.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.