Ramalan Nostradamus Tiongkok 2027: Wajib Militer, Kerusuhan, hingga Runtuhnya Ekonomi AS
Jiang Xueqin, yang dijuluki Nostradamus dari Tiongkok, mengeluarkan lima prediksi suram bagi Amerika Serikat pada tahun 2027, meliputi penguatan wewenang ICE, pengerahan Garda Nasional, potensi konflik tingkat rendah, pemberlakuan wajib militer untuk perang dengan Iran, dan keruntuhan ekonomi AS jika konflik berkepanjangan. Prediksi pemilu paruh waktu 2026 juga disebutkan tidak akan mengubah lintasan perang yang sudah ditetapkan. Xueqin menegaskan ramalannya didasarkan pada interpretasi peristiwa politik dan geopolitik, bukan kemampuan supranatural.
Poin-Poin Utama
- Jiang Xueqin, educator dan presenter Tionghoa-Kanada, keluarkan lima prediksi suram untuk AS tahun 2027.
- Xueqin prediksi Trump berikan ICE kekuatan federal lebih besar, picu protes nasional.
- Xueqin prediksi Garda Nasional dikerahkan di kota-kota besar AS.
- Xueqin prediksi konflik tingkat rendah berupa protes dan kerusuhan akibat ketidakpuasan masyarakat, bukan perang saudara militer.
- Xueqin prediksi AS bentuk kerangka wajib militer nasional pada 2027.
- Xueqin klaim AS kirim pasukan darat ke Iran, rekrut pria usia 18 tahun.
- Xueqin prediksi hasil pemilu paruh waktu November 2026 di AS tidak sesuai ekspektasi publik.
- Xueqin soroti upaya Partai Republik loloskan SAVE America Act untuk perketat syarat identitas pemilih.
- Xueqin prediksi konflik berkepanjangan dengan Iran kuras sumber daya AS.
- Xueqin prediksi kekalahan AS dalam konflik Iran picu keruntuhan ekonomi AS dengan dampak global.
- Xueqin nyatakan ramalan berdasarkan interpretasi politik dan geopolitik, bukan kemampuan supranatural.
- Xueqin prediksi kembalinya Trump ke Gedung Putih pada Mei 2024, beberapa bulan sebelum kemenangan resmi.
- Pengikut Baba Vanga kaitkan klaim kunjungan pesawat luar angkasa besar ke Bumi pada November 2026.
- Klaim terkait Baba Vanga prediksi pecahnya Perang Dunia III akibat ketegangan Tiongkok-Taiwan dan konfrontasi Rusia-AS.
- Spekulasi terkait Baba Vanga nyatakan Presiden Vladimir Putin kehilangan kekuasaan sebelum 2027 dimulai.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.