BNPB Catat 1.730 Bencana Alam hingga September 2026, Ini Rinciannya
BNPB mencatat 1.730 bencana alam di Indonesia hingga 7 September 2026, didominasi bencana hidrometeorologi seperti karhutla (627), banjir (543), dan cuaca ekstrem (324), dengan total 111.533 unit rumah warga rusak serta berbagai fasilitas publik terdampak. Seluruh 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota berada dalam kondisi kerawanan bencana tingkat sedang hingga tinggi. BNPB mempercepat penanganan darurat serta memastikan anggaran Rp1,12 triliun untuk tahun 2027, termasuk Rp126,24 miliar khusus pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Poin-Poin Utama
- BNPB mencatat 1.730 kejadian bencana alam di Indonesia hingga 7 September 2026.
- Bencana terjadi di seluruh 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota dengan tingkat kerawanan sedang hingga tinggi.
- Bencana hidrometeorologi mendominasi total kejadian bencana.
- Kebakaran hutan dan lahan terjadi 627 kali, tertinggi di antara semua jenis bencana.
- Banjir tercatat sebanyak 543 kali kejadian.
- Cuaca ekstrem terjadi 324 kali.
- Tanah longsor terjadi 105 kali.
- Kekeringan tercatat sebanyak 101 kali kejadian.
- Gelombang pasang dan abrasi terjadi 14 kali.
- Bencana geologi mencakup 13 kali gempa bumi dan 3 kali erupsi gunung api.
- Total rumah warga rusak mencapai 111.533 unit.
- Rincian kerusakan rumah: 29.143 unit rusak berat, 24.521 unit rusak sedang, dan 57.869 unit rusak ringan.
- Fasilitas pendidikan rusak sebanyak 2.361 unit.
- Kerusakan fasilitas lainnya: 867 rumah ibadah, 230 fasilitas kesehatan, 751 kantor pemerintah, dan 92 jembatan terputus.
- Pemerintah menyetujui pagu awal BNPB tahun anggaran 2027 sebesar Rp1,12 triliun, termasuk Rp126,24 miliar untuk pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.