Demokrat Sebut Pidato AHY Soal Kekuasaan sebagai Pembelajaran Demokrasi
Partai Demokrat membantah anggapan bahwa pidato Ketua Umum AHY tentang kekuasaan yang tidak berlangsung selamanya merupakan sinyal maju di Pilpres 2029, melainkan sebagai pembelajaran demokrasi bagi kader terkait periodisasi kekuasaan. Wakil Ketua Umum Dede Yusuf menegaskan Demokrat masih fokus pada pembahasan revisi UU Pemilu dan menganggap wacana Pilpres 2029 terlalu jauh untuk dibahas. Sementara itu, Bakomstra Demokrat Herzaky Mahendra menilai pernyataan AHY hanya menegaskan siklus kekuasaan dalam demokrasi dan pentingnya menggunakan kekuasaan untuk melayani rakyat.
Poin-Poin Utama
- Partai Demokrat membantah pidato AHY tentang kekuasaan sebagai sinyal maju Pilpres 2029.
- Waketum Demokrat Dede Yusuf menyebut pernyataan AHY sebagai pembelajaran politik kader soal demokrasi.
- Dede Yusuf menyatakan periodisasi kekuasaan berlaku di seluruh dunia, termasuk Indonesia setiap lima tahun.
- Pernyataan Dede Yusuf disampaikan kepada wartawan pada Selasa, 8 September 2026.
- Waketum Golkar Ahmad Doli Kurnia sebelumnya menilai pidato AHY sebagai sinyal kuat maju Pilpres 2029.
- Demokrat menganggap tafsir pidato AHY sebagai sinyal Pilpres 2029 terlalu jauh.
- Demokrat menyatakan masih fokus pada pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu.
- Kepala Bakomstra Demokrat Herzaky Mahendra menilai pernyataan AHY menegaskan siklus kekuasaan dalam demokrasi.
- Herzaky menyebut konstitusi Indonesia juga menegaskan batas masa kekuasaan.
- Herzaky menilai pesan utama AHY adalah tanggung jawab melayani rakyat.
- Dede Yusuf menyatakan Demokrat menghormati pandangan politik dari pimpinan partai lain.
- Dede Yusuf menyebut pidato politik merupakan bagian dari aktivitas partai.
- AHY adalah Ketua Umum Partai Demokrat.
- Dede Yusuf menjabat Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat.
- Herzaky Mahendra menjabat Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) Demokrat.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Liputan6.