Waspadai Abu Vulkanik, Bupati Bandung Minta Masyarakat Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana
Bupati Bandung Dadang Supriatna meminta ASN dan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan bencana dampak abu vulkanik yang masuk ke wilayah Bandung Raya, termasuk meniadakan apel pagi bulanan selama September. Masyarakat diimbau memakai masker, menutup celah rumah, tidak menyiram abu dengan air, serta membilas permukaan kaca atau kendaraan sebelum dilap agar tidak tergores. Pemkab Bandung akan mengeluarkan surat edaran resmi dan menggelar rapat khusus bersama Sekda untuk membahas langkah penanganan, termasuk kemungkinan penyesuaian kegiatan pembelajaran di sekolah.
Poin-Poin Utama
- Bupati Bandung Dadang Supriatna minta ASN dan masyarakat tingkatkan kewaspadaan dampak abu vulkanik di Bandung Raya.
- Pemkab Bandung tiadakan apel pagi bulanan selama September sebagai bentuk kewaspadaan.
- Risiko ISPA dan iritasi serius terjadi tanpa masker di tengah paparan abu vulkanik.
- Masyarakat diminta tidak menyiram abu dengan air karena membuat abu berat dan membentuk lapisan keras.
- Pembersihan abu dilakukan setelah hujan reda dengan cara disapu atau disemprot perlahan.
- Kaca dan kendaraan terkena abu harus disiram dulu sebelum dilap guna menghindari goresan.
- Masyarakat diimbau pakai masker, tidak mengucek mata, menutup celah rumah dan jendela saat abu menyelimuti.
- Sekda dan perangkat daerah terkait diminta siapkan surat edaran soal langkah kewaspadaan dan penanganan abu vulkanik.
- Bupati ingatkan potensi bencana lain termasuk aktivitas gunung dan Sesar Lembang.
- Pemkab Bandung gelar rapat khusus bersama Sekda dan para asisten bahas penanganan dampak abu vulkanik.
- Rapat mencakup kemungkinan penyesuaian kegiatan pembelajaran di sekolah bila abu vulkanik berlanjut.
- Kesiapsiagaan bencana disebut mencakup aspek fisik, spiritual, mental, emosional, sosial, dan finansial.
- Bupati ajak ASN jaga kesehatan, tingkatkan kepedulian lingkungan, dan optimalkan pelayanan masyarakat.
- Artikel berasal dari sumber dengan kode redaksi (E-2).
- Pesan penutup bupati berisi doa kepada Allah SWT agar masyarakat dilindungi dari marabahaya.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.