Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Berita Netral

Darurat Mitigasi Bencana, Pakar UMJ Soroti Kesiapan Logistik dan Respons Pemerintah

Selasa, 8 September 2026, 15:37 WIB Sumber: Republika
Ukuran:

pemerintah pusat, daerah, BNPB, BPBD, relawan, dan swasta guna mempercepat penanganan korban dan distribusi bantuan. Kesimpulan yang ditarik adalah bahwa kesiapsiagaan perlu dibangun secara berkelanjutan melalui edukasi rutin, pemetaan risiko, dan koordinasi yang didukung informasi cepat serta akurat untuk mengurangi dampak bencana.

Poin-Poin Utama

  • Indonesia menghadapi ancaman bencana di Aceh, NTT, Kalimantan, dan Gunung Api Anak Krakatau.
  • Pakar mitigasi UMJ Dr. Mawar menyebut Indonesia dalam transisi dari pendekatan reaktif ke preventif.
  • Keterbatasan anggaran menghambat pencegahan dan pemeliharaan perangkat deteksi dini.
  • Terdapat ketimpangan kapasitas antardaerah dalam penanganan bencana.
  • Literasi kebencanaan dan simulasi evakuasi belum membebatan kebiasaan masyarakat.
  • Edukasi kebencanaan biasanya meningkat setelah bencana terjadi, bukan secara rutin.
  • Pemetaan wilayah rawan bencana menjadi dasar penentuan langkah mitigasi.
  • Pemetaan menentukan tata ruang, lokasi permukiman, jalur evakuasi, dan titik pengungsian.
  • Sistem peringatan dini memerlukan SOP yang jelas agar informasi ditindaklanjuti di lapangan.
  • Koordinasi respons bencana melibatkan pemerintah pusat, daerah, BPBD, BNPB, relawan, OMSP, dan swasta.
  • Informasi korban, kebutuhan pengungsi, dan ketersediaan bantuan harus diperbarui secara cepat.
  • Dr. Mawar mendorong pembangunan sistem respons bencana yang terintegrasi.
  • Artikel tidak menyebutkan angka spesifik terkait korban atau kerugian bencana.
  • Artikel tidak mencantumkan tanggal pernyataan Dr. Mawar.
  • Artikel tidak menyebut nama lengkap universitas selain Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Tagar Terkait
#gunung anak krakatau#bnpb#bencana alam#mitigasi bencana#bpbd#nusa tenggara timur#kalimantan#aceh#universitas-muhammadiyah-jakarta
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.

Buka Sumber di Republika

Warta Terkini Lainnya