Proyek Geotermal Gunung Ungaran Diprotes Warga, Luthfi: Tak Ada yang Ingin Sengsarakan Masyarakat
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan proyek geotermal Gunung Ungaran milik PT PLN masih berproses karena memerlukan izin tambahan seperti AMDAL dan sosialisasi, serta menegaskan pemerintah tidak ingin menyengsarakan masyarakat. Luthfi menyebutkan pendekatan persuasif diperlukan untuk menjembatani penolakan warga, dengan ranah sosialisasi menjadi tanggung jawab kabupaten/kota bersama dukungan Pemprov melalui Dinas ESDM. Proyek yang rencananya mencakup hampir 30 ribu hektare dengan titik pengeboran hingga kedalaman 2.000 meter ini telah ditolak lebih dari 8.800 warga melalui petisi di change.org.
Poin-Poin Utama
- Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan pendekatan persuasif diperlukan terkait penolakan proyek geotermal Gunung Ungaran.
- Kementerian ESDM telah menerbitkan izin eksplorasi dan pemanfaatan geotermal di WKP Gunung Ungaran kepada PT PLN (Persero).
- Luthfi menegaskan pelaksanaan proyek masih berproses dan membutuhkan izin tambahan seperti AMDAL serta sosialisasi masyarakat.
- Luthfi menyatakan pemerintah pada prinsipnya tidak ingin menyengsarakan masyarakat.
- Pemprov Jateng berjanji akan mendukung proses sosialisasi yang menjadi ranah pemerintah kabupaten/kota bersama PLN.
- Dinas ESDM Jawa Tengah akan turun langsung ke lokasi untuk proses penjembatanan dengan masyarakat.
- Luas lahan yang akan dieksplorasi dalam proyek geotermal Gunung Ungaran mencapai hampir 30 ribu hektare.
- Titik pengeboran proyek dapat menembus hingga kedalaman 2.000-an meter.
- Lebih dari 8.800 orang menandatangani petisi penolakan proyek geotermal di change.org.
- Berdasarkan pantauan Republika pada Selasa (8/9/2026), petisi tersebut tercatat telah ditandatangani 8.855 warga.
- Petisi penolakan proyek geotermal Gunung Ungaran diluncurkan oleh Heru P pada 27 Agustus 2026.
- Heru P mencantumkan diri sebagai warga yang peduli pada lingkungan, sumber air, dan masa depan Gunung Ungaran.
- Petisi menolak rencana kegiatan pengeboran panas bumi karena Gunung Ungaran dianggap sebagai sumber kehidupan masyarakat.
- Lokasi proyek berada di Gunung Ungaran yang melayani kebutuhan air, pertanian, dan kehidupan warga lereng serta wilayah sekitarnya.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.