Pakar Jelaskan Potensi Ekonomi dan Lingkungan PLTP Gunung Ungaran
Pakar Teknik Geologi UNDIP Yoga Aribowo menjelaskan bahwa pengembangan PLTP Gunung Ungaran berpotensi memberikan manfaat lingkungan melalui emisi rendah (CO2 sekitar 100 gram/kWh dan H2S kurang dari 1 gram/kWh) serta manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan usaha lokal. Energi panas bumi memanfaatkan fluida dari reservoir dalam yang dikembalikan melalui reinjeksi untuk pengelolaan berkelanjutan.
Poin-Poin Utama
- Yoga Aribowo adalah akademisi Teknik Geologi Universitas Diponegoro (UNDIP).
- Pengembangan panas bumi berpotensi memberikan manfaat lingkungan.
- Panas bumi memiliki emisi karbon dioksida (CO2) sekitar 100 gram per kWh.
- Emisi hidrogen sulfida (H2S) dari PLTP kurang dari 1 gram per kWh.
- Energi panas bumi memanfaatkan uap dan air panas dari reservoir ribuan meter di bawah permukaan.
- Air panas bumi berasal dari sistem reservoir, bukan air tanah dangkal.
- Fluida panas bumi dikembalikan ke reservoir melalui proses reinjeksi.
- Reinjeksi memungkinkan pengelolaan sumber daya panas bumi secara berkelanjutan.
- PLTP berkontribusi positif bagi kualitas udara, laut, dan air.
- Pengembangan panas bumi menciptakan lapangan pekerjaan langsung dan tidak langsung.
- Usaha masyarakat yang berkembang meliputi warung makan, toko, dan jasa transportasi.
- Tempat kos berkembang untuk melayani pekerja dan aktivitas proyek.
- Panas bumi membuka peluang perputaran ekonomi baru di sekitar wilayah pengembangan.
- Kontribusi sosial melalui program tanggung jawab sosial perusahaan.
- PLTP Gunung Ungaran dipublikasikan pada 12 September 2026.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.