Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Ekonomi Netral

Pakar Jelaskan Potensi Ekonomi dan Lingkungan PLTP Gunung Ungaran

Sabtu, 12 September 2026, 20:08 WIB Sumber: Republika
Ukuran:

Pakar Teknik Geologi UNDIP Yoga Aribowo menjelaskan bahwa pengembangan PLTP Gunung Ungaran berpotensi memberikan manfaat lingkungan melalui emisi rendah (CO2 sekitar 100 gram/kWh dan H2S kurang dari 1 gram/kWh) serta manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan usaha lokal. Energi panas bumi memanfaatkan fluida dari reservoir dalam yang dikembalikan melalui reinjeksi untuk pengelolaan berkelanjutan.

Poin-Poin Utama

  • Yoga Aribowo adalah akademisi Teknik Geologi Universitas Diponegoro (UNDIP).
  • Pengembangan panas bumi berpotensi memberikan manfaat lingkungan.
  • Panas bumi memiliki emisi karbon dioksida (CO2) sekitar 100 gram per kWh.
  • Emisi hidrogen sulfida (H2S) dari PLTP kurang dari 1 gram per kWh.
  • Energi panas bumi memanfaatkan uap dan air panas dari reservoir ribuan meter di bawah permukaan.
  • Air panas bumi berasal dari sistem reservoir, bukan air tanah dangkal.
  • Fluida panas bumi dikembalikan ke reservoir melalui proses reinjeksi.
  • Reinjeksi memungkinkan pengelolaan sumber daya panas bumi secara berkelanjutan.
  • PLTP berkontribusi positif bagi kualitas udara, laut, dan air.
  • Pengembangan panas bumi menciptakan lapangan pekerjaan langsung dan tidak langsung.
  • Usaha masyarakat yang berkembang meliputi warung makan, toko, dan jasa transportasi.
  • Tempat kos berkembang untuk melayani pekerja dan aktivitas proyek.
  • Panas bumi membuka peluang perputaran ekonomi baru di sekitar wilayah pengembangan.
  • Kontribusi sosial melalui program tanggung jawab sosial perusahaan.
  • PLTP Gunung Ungaran dipublikasikan pada 12 September 2026.
Tagar Terkait
#lingkungan#energi terbarukan#panas bumi#geothermal#pltp#gunung ungaran
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.

Buka Sumber di Republika

Warta Terkini Lainnya