Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Olahraga Netral

Dampak Olahraga Jangka Panjang terhadap Kesehatan Otak dan Memori

Selasa, 8 September 2026, 15:47 WIB Sumber: Media Indonesia
Ukuran:

Olahraga jangka panjang melindungi kesehatan otak dengan meningkatkan kadar BDNF yang mendorong plastisitas sinaptik, menstimulasi neurogenesis di hipokampus, dan memperbesar volume pusat memori sehingga membalikkan penyusutan akibat penuaan. Penelitian pada lansia menunjukkan jalan cepat aerobik selama satu tahun meningkatkan volume hipokampus anterior sebesar 2 persen, setara dengan membalikkan satu hingga dua tahun kehilangan volume. Aktivitas fisik teratur berfungsi sebagai pelindung, bukan penyembuh, terhadap penurunan kognitif dan demensia, dengan kombinasi olahraga aerobik, latihan kekuatan, dan tidur cukup sebagai langkah terbaik.

Poin-Poin Utama

  • Olahraga jangka panjang meningkatkan produksi brain-derived neurotrophic factor (BDNF), protein yang mendorong pertumbuhan dan koneksi neuron.
  • Latihan fisik menstimulasi neurogenesis (pertumbuhan neuron baru), terutama di dentate gyrus hipokampus.
  • Hipokampus menyusut sekitar 1 hingga 2 persen per tahun seiring penuaan.
  • Studi Erickson (PNAS, 2011) melibatkan 120 lansia yang berjalan cepat aerobik selama satu tahun.
  • Kelompok lansia dalam studi tersebut mengalami peningkatan volume hipokampus anterior sebesar 2 persen.
  • Peningkatan volume hipokampus 2 persen setara membalikkan satu hingga dua tahun kehilangan volume akibat usia.
  • Olahraga aerobik dikenal sebagai salah satu pemicu neurogenesis terkuat.
  • Pelaku olahraga jangka panjang menunjukkan memori lebih baik, pemrosesan informasi lebih cepat, dan fungsi eksekutif lebih kuat.
  • Efek kognitif paling nyata terlihat pada lansia dan individu dengan gangguan kognitif ringan.
  • Efek olahraga terhadap suasana hati signifikan dan sebanding dengan pengobatan depresi ringan hingga sedang.
  • Molekul endocannabinoids turut menggerakkan fenomena runner's high bersama BDNF dan endorfin.
  • Aktivitas fisik berkelanjutan adalah salah satu pelindung termodifikasi terkuat terhadap penurunan kognitif dan demensia terkait usia.
  • Mekanisme perlindungan otak mencakup neurogenesis, peningkatan BDNF, peningkatan aliran darah, pengurangan inflamasi, dan sinyal kimia dari otot ke otak.
  • Banyak mekanisme detail perlindungan otak berasal dari studi pada hewan, bukan manusia.
  • Konsentrasi BDNF pada manusia diukur melalui darah, yang merupakan proksi tidak sempurna untuk kadar di otak.
Tagar Terkait
#kesehatan#demensia#otak#memori#olahraga aerobik#bdnf#neurogenesis
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.

Buka Sumber di Media Indonesia

Warta Terkini Lainnya