Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Kesehatan Negatif

Cara Memperbaiki Kerusakan Kesehatan Otak di Usia Paruh Baya

Senin, 7 September 2026, 23:00 WIB Sumber: Media Indonesia
Ukuran:

tahun. Langkah-langkah untuk memperbaiki kerusakan otak di usia paruh baya meliputi berhenti mengonsumsi alkohol, rutin berolahraga, mempelajari keterampilan baru yang menantang, dan berhenti merokok. Beberapa perubahan positif dapat terjadi dalam hitungan minggu hingga bulan setelah kebiasaan buruk dihentikan.

Poin-Poin Utama

  • Otak manusia memiliki kemampuan beradaptasi dan pulih melalui neuroplastisitas, bahkan di usia paruh baya.
  • Neuroplastisitas terdiri dari dua jenis utama: struktural dan fungsional.
  • Barbara Sahakian, profesor neuropsikologi klinis di University of Cambridge, menjelaskan konsep neuroplastisitas.
  • Mengkonsumsi lebih dari tujuh unit alkohol seminggu dikaitkan dengan penyusutan hippocampus, menurut Dr. Anya Topiwala dari University of Oxford.
  • Tinjauan studi tahun 2024 menunjukkan peningkatan ketebalan kortikal di 25 dari 34 wilayah otak setelah 7,3 bulan pantang alkohol.
  • Latihan aerobik rutin selama satu tahun meningkatkan volume hippocampus sebesar 2% pada orang dewasa.
  • Peningkatan 2% volume hippocampus setara dengan membalikkan satu hingga dua tahun penyusutan otak terkait usia.
  • Latihan beban meningkatkan kadar brain-derived neurotrophic factor (BDNF) yang penting untuk neuroplastisitas dan memori spasial.
  • Pengemudi taksi London memiliki lebih banyak grey matter di hippocampus posterior akibat menghafal ribuan rute.
  • Profesor Sahakian menyarankan mempelajari keterampilan baru seperti instrumen, bahasa, atau bersepeda selama 20–30 menit, 3–4 kali seminggu.
  • Merokok merusak pembuluh darah otak dan memicu peradangan.
  • Dr. Mikaela Bloomberg dari UCL menyatakan perubahan neurokimia akibat merokok mulai kembali normal dalam hitungan minggu hingga bulan setelah berhenti.
  • Studi tahun 2025 terhadap 9.000 perokok berusia 40 tahun ke atas menemukan penurunan memori lebih lambat pada yang berhenti merokok.
Tagar Terkait
#demensia#kesehatan otak#otak#gaya hidup sehat#memori#usia paruh baya#neuroplastisitas#diet mind
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.

Buka Sumber di Media Indonesia

Warta Terkini Lainnya