Hampir Dua Pekan Belajar di Teras, Siswa SMPN 1 Pacar masih Dibayangi Trauma Gempa
Hampir dua pekan setelah gempa magnitudo 7,7 di Pulau Flores pada 15 Agustus 2026, siswa dan guru SMPN 1 Pacar di Manggarai Barat, NTT, melaksanakan kegiatan belajar mengajar di teras sekolah karena sebagian siswa masih mengalami trauma dan panik saat merasakan getaran. Sekolah memilih ruang terbuka dengan pertimbangan kondisi psikologis siswa, meskipun pembelajaran menjadi bergantung pada cuaca karena belum memiliki terpal untuk melindungi dari panas maupun hujan. Pihak sekolah berharap pemerintah dapat membantu menyediakan terpal agar proses belajar di ruang terbuka dapat berlangsung lebih layak selama masa pemulihan.
Poin-Poin Utama
- SMPN 1 Pacar located in Desa Pacar, Kecamatan Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
- Gempa bumi 7,7 magnitude struck Pulau Flores on Saturday, 15 Agustus 2026.
- Siswa dan guru SMPN 1 Pacar melaksanakan KBM di ruang terbuka hampir dua pekan setelah gempa.
- Pembelajaran di teras berlangsung sejak Senin 31 Agustus hingga Senin 7 September.
- Meja serta kursi dipindahkan keluar dari ruang kelas ke teras samping bangunan sekolah.
- Sebagian siswa masih mengalami ketakutan saat merasakan getaran pasca-gempa.
- Sekolah memprioritaskan kondisi psikologis siswa selama masa tanggap darurat.
- Kepanikan saat getaran dapat membuat siswa berlari tanpa terkendali.
- Hingga Senin 7 September, sekolah belum memiliki terpal untuk pelindung cuaca.
- Kegiatan belajar terkendala cuaca; hujan memaksa penyesuaian proses pembelajaran.
- Guru Pius Ampat meminta pemerintah menyumbangkan terpal untuk KBM di luar ruangan.
- Siswa tetap hadir dengan membawa buku dan perlengkapan belajar setiap hari.
- Ruang kelas belum kembali difungsikan sebagai tempat belajar.
- Pembelajaran tetap diupayakan berjalan di tengah keterbatasan ruang.
- Sekolah mempertimbangkan rasa aman siswa sebelum menentukan lokasi pembelajaran.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.