Internasional Netral
Iran Kecam Kanada karena Dukung Aksi Militer AS di Selat Hormuz
AS setelah pembicaraan perdagangan kolaps dan penerapan tarif timbal balik.
Poin-Poin Utama
- Iran mengkritik Kanada atas dukungannya terhadap tindakan militer AS di Selat Hormuz.
- Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengeluarkan pernyataan melalui platform X.
- Baghaei menuduh Kanada memilih menyenangkan AS dan tunduk pada intimidasi.
- Kanada mendukung AS saat Presiden Donald Trump meremehkan kedaulatan Kanada dengan menyebutnya bagian dari wilayah AS.
- Trump pada Senin (7/9) mengunggah peta yang mencakup Kanada, Greenland, dan Islandia.
- Trump berulang kali membahas rencana menjadikan Kanada negara bagian ke-51 AS dan mencaplok Greenland.
- Baghaei menyatakan Kanada tidak bisa kredibel menjadi pejuang perdamaian sambil mendukung agresi militer AS.
- Hubungan dagang Kanada-AS memburuk setelah pembicaraan perdagangan kolaps bulan lalu.
- PM Kanada Mark Carney menyatakan tuntutan AS sudah keterlaluan.
- AS memberlakukan tarif senilai US$20 miliar terhadap barang Kanada.
- Kanada membalas dengan tarif retaliasi terhadap barang AS.
- Iran juga memperingatkan Korea Selatan agar tidak terlibat militer di Selat Hormuz.
- Anggota DPR AS Jason Crow menyebut konflik tersebut sebagai 'rawa yang mutlak'.
- Senator AS Mark Warner menyebut perang Trump merugikan pembayar pajak AS hingga US$100 miliar.
- Warner menyatakan biaya perang meningkat US$1 juta setiap dua menit tanpa rencana, strategi, maupun sekutu yang jelas.
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?
Buka Sumber di Media IndonesiaHak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.