Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Politik Netral

Usai Tes Sukses Rudal Terbaru Hantam Kapal Induk AS, Iran Ubah Doktrin: Serang Musuh Lebih Dulu

Selasa, 8 September 2026, 17:09 WIB Sumber: Republika
Ukuran:

Media Iran mengumumkan doktrin militer baru bahwa Teheran akan menyerang ancaman sebelum ancaman tersebut dilancarkan, menyusul uji coba rudal terbaru yang diklaim sukses menghantam kapal induk dan kapal perusak AS di Teluk Persia. Rudal Qasem Basir, dengan jangkauan hingga 1.200 km dan hulu ledak setengah ton, dilaporkan menandai pergeseran strategi pertahanan Iran dari menyerang kapal komersial menjadi kapal perang AS. IRGC mengklaim kedua kapal AS mengalami kerusakan dan mundur, serta memperingatkan bahwa tindakan militer AS lanjutan akan memicu respons yang lebih berat dari Iran.

Poin-Poin Utama

  • Media pemerintah Iran mengumumkan doktrin baru pada Senin (7/9/2026) untuk mengambil aksi terhadap ancaman sebelum ancaman dilancarkan.
  • Kepala Keamanan Iran Mohsen Rezaei mengklaim rudal terbaru Iran sukses diuji coba terhadap kapal induk Amerika Serikat.
  • AS menyatakan rudal balistik ditargetkan ke kapal-kapal perang mereka pada Sabtu pekan lalu.
  • AS merespons serangan rudal tersebut dengan mengebom tiga kapal tanker Iran.
  • Rudal Qasem Basir pertama kali ditampilkan ke publik tahun lalu dengan klaim jarak jangkau hingga 1.200 kilometer.
  • Qasem Basir digambarkan memiliki hulu ledak seberat setengah ton dengan akurasi lebih tepat.
  • Rudal Qasem Basir diuji coba untuk kali pertama dalam operasi militer laut dan langsung menargetkan kapal perang AS.
  • Uji coba tingkat tinggi digelar simultan oleh Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).
  • IRGC mengklaim telah menghantam kapal induk dan kapal perusak AS pada Ahad (6/9/2026).
  • IRGC mengklaim kedua kapal perang AS mengalami kerusakan dan mundur dari wilayah perairan.
  • Serangan rudal terhadap kapal perang AS dilakukan oleh unit pasukan dirgantara IRGC.
  • IRGC menyatakan CENTCOM AS mengakui dua kapal perang Angkatan Laut mereka menjadi sasaran serangan.
  • Iran sebelumnya hanya menyerang kapal-kapal komersial di lautan sebelum serangan terbaru ke kapal perang AS.
  • Blokade maritim oleh kapal perusak AS terhadap kapal-kapal tanker Iran disebut sebagai pemicu serangan.
  • IRGC memperingatkan bahwa tindakan militer AS yang berlanjut akan memicu respons yang lebih berat dari Iran.
Tagar Terkait
#iran#selat hormuz#irgc#konflik iran-as#kapal induk as#rudal qasem basir#doktrin militer
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.

Buka Sumber di Republika

Warta Terkini Lainnya