Harga Beras Jateng Naik, Luthfi Minta Segera Intervensi Pasar
rata 2,5% di tingkat pengecer pada 2-6 September 2026, meski ketersediaan beras surplus 1.538.853 ton hingga Agustus 2026. Luthfi menginstruksikan Dishanpan dan Bulog untuk memperbanyak gerakan pangan murah, penyaluran beras SPHP, dan membentuk satgas antisipasi kenaikan harga. Bulog Jateng menyebut stok beras medium masih cukup dengan sisa 200 ribu ton hingga akhir tahun, ditambah bantuan pangan untuk antisipasi dampak El Nino.
Poin-Poin Utama
- Stok beras Jateng hingga Agustus 2026 mencapai 4.348.101 ton dengan kebutuhan 2.809.248 ton, surplus 1.538.853 ton.
- Gubernur Jateng Ahmad Luthfi minta intervensi pasar atasi kenaikan harga beras.
- Harga beras naik rata-rata 2,5% hasil pantauan 2-6 September 2026.
- Beras medium non-SPHP naik 0,74% sampai 11,11% di atas HET, harga Rp 14.000-Rp 15.000 per kilogram.
- Beras premium naik 0,67% sampai 14,09% di atas HET, harga Rp 15.000-Rp 17.000 per kilogram.
- Beras SPHP stabil di harga Rp 60.000-Rp 62.000 per kemasan 5 kilogram.
- Harga Gabah Kering Panen di petani rata-rata Rp 7.300 per kilogram.
- Harga Gabah Kering Giling di penggilingan rata-rata Rp 8.666 per kilogram.
- Distributor sampai pengecer tahan penjualan imbas kenaikan harga GKP dan ketentuan HET.
- Pemantauan harga dilakukan di Pasar Johar Semarang, Pasar Raya Salatiga, Pasar Bandarjo Ungaran, Pasar Projo Ambarawa, Pasar Kendal, Pasar Jungke Karanganyar.
- Dinas Ketahanan Pangan dan Bulog diminta perbanyak gerakan pangan murah.
- Gerakan Pangan Murah sudah 1.083 kali dengan omzet Rp 24,9 miliar.
- Penyaluran beras SPHP Bulog Jateng capai 100 persen.
- Penyerapan beras Bulog Jateng capai 100 persen dari target.
- Bulog Jateng tambahan target 90 ribuan bantuan pangan selama Juli-September 2026 antisipasi el nino.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.