Zulhas Siapkan Jurus Ini Perkuat Pasokan & Keterjangkauan Harga Pangan
Pemerintah menyiapkan strategi menjaga ketahanan pangan saat paceklik dengan menambah penyaluran SPHP beras medium 1 juta ton, menyalurkan bantuan pangan 30 kg sekaligus kepada 33,2 juta penerima desil 1-4, serta menambah 1 juta ton bantuan pada Oktober-Desember 2026. Zulhas juga menyiapkan 150 ribu ton jagung dari stok CJP Bulog untuk peternak UMKM dan melepas beras mutu rendah seharga Rp11.000/kg untuk industri tepung beras guna menekan harga. Langkah-langkah ini ditujukan memperkuat pasokan dan keterjangkauan harga pangan di tengah kemarau basah 2025-2026.
Poin-Poin Utama
- Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan umumkan strategi jaga ketahanan pangan hadapi paceklik.
- Periode September-Desember 2025 ditandai kemarau basah, masih ada hujan untuk tanam padi.
- Harga beras medium naik dari Rp13.857 menjadi Rp14.060 per kg (Januari-September 2026).
- Kenaikan harga beras medium sekitar Rp203 per kg.
- Harga beras premium naik dari Rp15.505 menjadi Rp15.794 per kg.
- Kenaikan harga beras premium sekitar Rp289 per kg.
- Kelangkaan beras premium tekan kenaikan harga beras secara umum.
- Pemerintah tambah penyaluran SPHP beras medium 1 juta ton hingga Desember 2026.
- Beras SPHP dijual Rp12.000-Rp12.500 per kg.
- Bantuan pangan sasar desil 1-4, total 33,2 juta penerima.
- Bantuan pangan berupa 10 kg beras/bulan selama Juli-September, dirapel jadi 30 kg sekaligus.
- Pemerintah tambah 1 juta ton bantuan pangan untuk Oktober-Desember 2026.
- Bulog punya stok CJP 130 ribu ton dari realisasi pengadaan 234 ribu ton, target 1 juta ton.
- Pemerintah alokasikan 150 ribu ton jagung lewat SPHP untuk peternak UMKM.
- Industri tepung butuh 380.000 ton beras, dilepas minimal Rp11.000 per kg.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.