Diduga Lecehkan Siswa, Wakil Kepala SMAN 1 Pamanukan Dinonaktifkan
Dinas Pendidikan Jawa Barat menonaktifkan Wakil Kepala SMAN 1 Pamanukan dari jabatannya dan melarangnya mengajar terkait dugaan pelecehan terhadap siswa, setelah ditemukan bukti kuat dari percakapan, keterangan teman korban, dan pengakuan terduga pelaku. Disdik Jabar juga mengusulkan sanksi lanjutan melalui BKD dan mengoordinasikan pendampingan psikologis korban bersama DP3AKB. Kasus ini menjadi momentum bagi Disdik Jabar untuk memperketat pencegahan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan melalui pertemuan daring dengan seluruh kepala sekolah, pengawas, dan kepala cabang dinas.
Poin-Poin Utama
- Disdik Jabar nonaktifkan wakasek SMAN 1 Pamanukan terkait dugaan pelecehan siswa.
- Terduga pelaku dilarang mengajar selama proses investigasi berlangsung.
- Kadisdik Jabar Purwanto konfirmasi telah lakukan pemeriksaan awal.
- Keputusan penonaktifkan diambil untuk memperlancar investigasi lanjutan.
- Terduga pelaku tidak boleh kembali ke ruang kelas hingga pemeriksaan tuntas.
- Disdik Jabar proses usulan sanksi lanjutan melalui BKD.
- Disdik Jabar kumpulkan bukti dari kepala sekolah, chat, teman korban, dan pengakuan terduga pelaku.
- Arah bukti internal mengarah pada terbuktinya dugaan pelecehan.
- DP3AKB ditugaskan berikan pendampingan psikologis profesional bagi korban.
- Disdik Jabar gelar Zoom meeting dengan seluruh kepala sekolah, pengawas, dan kepala cabang dinas Jabar.
- Zoom meeting bertujuan mitigasi risiko pelecehan seksual dan pelanggaran di satuan pendidikan.
- Kasus terjadi di Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat.
- Pernyataan resmi Purwanto disampaikan di Bandung pada Selasa (8/9).
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.