Pemerintah Siapkan Rekening BRI-BSI untuk 200 Juta Penduduk, Termasuk Bansos
Pemerintah menyiapkan rekening perbankan di BRI dan BSI bagi 200 juta penduduk yang belum memiliki rekening, termasuk untuk penyaluran bansos, berdasarkan arahan Presiden Prabowo. Rekening tersebut akan menggunakan basis data kependudukan (NIK) yang digabungkan dengan data BI dan instansi terkait, dengan kemungkinan saldo awal sekitar Rp50 ribu hingga Rp80 ribu. Rencana ini masih dalam tahap pembahasan dan belum ditetapkan mekanisme maupun waktu penerapannya.
Poin-Poin Utama
- Pemerintah siapkan rekening perbankan lewat BRI dan BSI bagi 200 juta penduduk.
- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa umumkan rencana ini pada Selasa (8/9/2026).
- Rekening bakal dipakai salurkan bantuan sosial (bansos).
- Rencana buka rekening berasal dari arahan Presiden Prabowo Subianto.
- Data kependudukan digabung dengan data Bank Indonesia (BI) dan instansi terkait.
- Basis data pakai Nomor Induk Kependudukan (NIK) saat warga usia 17 tahun dan dapat KTP.
- Saldo awal rekening ditaksir Rp50 ribu hingga Rp80 ribu.
- Skema saldo awal masih tahap pembahasan.
- Pemerintah belum tetapkan mekanisme maupun waktu penerapan rekening.
- Pemilihan BRI dan BSI karena keduanya bank Himbara dengan layanan ritel.
- BRI dan BSI sediakan layanan digital terhubung ke rekening.
- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto konfirmasi pemilihan BRI dan BSI.
- Pemerintah koordinasi dengan BI, OJK, dan Kementerian Dalam Negeri soal mekanisme.
- Rekening untuk masyarakat yang belum punya rekening bank.
- Rekening disiapkan tiap warga capai usia 17 tahun.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.