BI Dorong Wartawan Ikuti Perkembangan Teknologi tanpa Kehilangan Fondasi Utama Jurnalistik
termasuk 549 jurnalis yang kehilangan pekerjaan pada 2025—dan perubahan perilaku audiens yang didominasi platform digital, sehingga media perlu mengubah pola pikir untuk membangun jangkauan dan model bisnis berkelanjutan tanpa mengorbankan prinsip jurnalistik.
Poin-Poin Utama
- Bank Indonesia KPw DIY mendorong wartawan mengikuti perkembangan teknologi tanpa meninggalkan fondasi jurnalistik.
- Kepala Perwakilan BI DIY Sri Darmadi Sudibyo menyebut integritas, akurasi, dan keberpihakan pada kebenaran sebagai fondasi utama jurnalisme.
- Kegiatan Capacity Building Wartawan DIY bertajuk 'Peluang dan Tantangan Jurnalisme di Era Transformasi Media' digelar di Hotel Aruna Senggigi, Lombok Barat, NTB pada Rabu (9/9/2026).
- Jurnalis Tempo Stefanus Pramono (Pram), pengasuh kanal Youtube Bocor Alus Politik, menjadi pembicara dalam kegiatan tersebut.
- Data AJI mencatat 549 jurnalis kehilangan pekerjaan pada 2025.
- Setiap hari beredar sekitar 6,5 miliar konten di platform digital.
- Sekitar 64 persen masyarakat Indonesia mendapatkan berita melalui media sosial.
- Artikel 1.000 kata kalah bersaing dengan video berdurasi 30 detik.
- Kualitas artikel tidak selalu menjadi faktor utama penentu luasnya konsumsi sebuah berita.
- Tekanan ekonomi industri media saat ini dinilai cukup besar.
- Perkembangan platform digital membuka ruang baru dan melahirkan berbagai bentuk media baru.
- Media diminta mampu mengubah mindset, tidak hanya memproduksi berita tetapi juga membangun jangkauan dan model bisnis berkelanjutan.
- Kepercayaan publik menjadi aset penting yang harus dijaga media di tengah dominasi algoritma.
- Kemampuan beradaptasi dan menjaga kepercayaan publik harus berjalan beriringan bagi media.
- Wartawan DIY diharapkan terus mengeksplorasi perkembangan baru untuk menghasilkan karya jurnalistik berkualitas dan berdampak.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.