USK Jajaki Kerja Sama Riset Perdamaian dan Akademik dengan Empat Kampus Australia
Universitas Syiah Kuala (USK) melakukan kunjungan ke empat universitas papan atas Australia pada 1-3 September 2026 guna menjajaki kerja sama internasional di bidang akademik dan riset perdamaian. Agenda yang dibahas meliputi program double degree, pertukaran mahasiswa, beasiswa, serta kolaborasi riset di bidang pendidikan, politik, kebijakan, pembangunan, dan peacebuilding, termasuk kajian perdamaian Aceh dan Mindanao bersama ANU. Hasil penjajakan mencakup double degree STEM dan Ilmu Politik dengan UC, riset perdamaian dengan ANU, penelitian pendidikan dengan UNSW, serta AII Grant dan beasiswa PhD dengan WSU.
Poin-Poin Utama
- USK menjajaki kerja sama dengan empat universitas Australia pada 1-3 September 2026.
- Empat kampus tujuan yaitu University of Canberra, ANU, UNSW, dan Western Sydney University.
- Delegasi USK didampingi Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Canberra, Yuli Rahmawati.
- Agenda kerja sama mencakup double degree, pertukaran mahasiswa, beasiswa, dan riset bersama.
- Fokus riset meliputi pendidikan, politik, kebijakan, pembangunan, dan peacebuilding.
- Dekan FKIP USK Amiruddin menilai peran Atdikbud KBRI Canberra krusial untuk mempertemukan mitra.
- Kunjungan ke ANU pada 2 September 2026 diterima Edward Aspinall dan Dean Helen Sullivan.
- Wakil Dekan FISIP USK Maimun merupakan peneliti perdamaian Aceh.
- Diskusi di ANU membandingkan peacebuilding Aceh dengan Mindanao, Filipina.
- Di UC disepakati penjajakan double degree untuk STEM Education, Matematika, dan Ilmu Politik.
- Pembiayaan program UC rencananya memanfaatkan skema LPDP dan kementerian terkait.
- Di UNSW fokus diarahkan pada penelitian pendidikan dan kebijakan.
- Dosen USK Faisal Mustafa menempuh doktoral di UNSW dengan riset pengembangan guru perdesaan.
- Di WSU pada 3 September USK menjajaki AII Grant untuk Development Studies dan tuition-fee waiver PhD.
- Koordinator Prodi S3 Ilmu Sosial USK Muhammad Aulia memimpin posisi USK sebagai penghubung akademik Aceh ke dunia internasional.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.