Pemakaman Mladic Jadi Ujian Politik Jelang Pemilu Serbia
Ribuan orang hadiri pemakaman Ratko Mladic di Beograd dengan penghormatan militer, meski ia dihukum seumur hidup atas genosida Srebrenica. Presiden Vucic absen karena kunjungan kenegaraan dan menjaga jarak dari polemik, namun situasi ini dinilai memperumit posisinya menjelang pemilu parlemen yang kemungkinan digelar 25 Oktober. Pengamat melihat Vucic memanfaatkan sentimen nasionalisme terkait pemakaman untuk mengkonsolidasikan dukungan politik di tengah ancaman kekalahan dari gerakan mahasiswa.
Poin-Poin Utama
- Ribuan orang padati Beograd, Serbia pada Senin (07/09) untuk pemakaman Ratko Mladic.
- Patriark Porfirije pimpin upacara pemakaman mantan jenderal tersebut.
- Mladic meninggal saat menjalani hukuman penjara seumur hidup di Den Haag.
- Mladic dihukum atas genosida di Srebrenica serta kejahatan perang lain.
- Mladic dimakamkan di Pemakaman Topcider, di samping putrinya yang meninggal 1994.
- Informer TV siarkan langsung acara sebagai 'perpisahan yang megah'.
- Siaran tidak menyinggung sekitar 8.000 warga sipil dan tahanan Bosnia Muslim yang dibantai dalam genosida Srebrenica Juli 1995.
- Presiden Aleksandar Vucic tidak hadir karena menyambut kunjungan kenegaraan Presiden Uzbekistan.
- Mladic tidak dimakamkan dengan penghormatan negara, tetapi dengan penghormatan militer.
- Vucic sebut reaksi Komisioner Uni Eropa Marta Kos sebagai 'bodoh'.
- Uni Eropa nyatakan memuliakan penjahat perang bertentangan dengan nilai-nilai Eropa.
- Vucic diperkirakan umumkan pemilu parlemen lebih awal paling cepat pekan ini.
- Pemungutan suara kemungkinan digelar pada 25 Oktober.
- Blok penguasa berpotensi dikalahkan gerakan mahasiswa yang pimpin demonstrasi hampir dua tahun.
- Vucic kemungkinan diusung Partai Progresif Serbia sebagai calon perdana menteri.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.