Misteri Suara Dentuman Bandung, Akibat Erupsi Anak Krakatau?
Suara dentuman misterius yang terdengar di Bandung Raya, Jawa Barat, Banten, dan Lampung pada malam 4 hingga 5 September 2026 diduga berkaitan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Ahli kebencanaan Daryono menjelaskan fenomena inversi suhu, yaitu lapisan udara hangat yang menjebak gas dan panas dari bumi, sehingga dapat membuat suara dan bau bertahan lama di suatu kawasan. Namun belum ada konfirmasi resmi apakah dentuman tersebut benar berasal dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
Poin-Poin Utama
- Suara dentuman misterius terdengar di Bandung Raya, wilayah Jawa Barat, Banten, dan Lampung.
- Fenomena terjadi pada Jumat malam (4/9/2026) hingga Sabtu dini hari (5/9/2026).
- Dentuman diduga berkaitan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda.
- Penjelasan disampaikan oleh Daryono dari Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI).
- Inversi suhu terjadi ketika lapisan udara dingin tertindih lapisan udara lebih hangat.
- Udara hangat naik ke atas lapisan udara dingin kemudian menyebar di atmosfer.
- Sumber panas inversi berasal dari aktivitas industri, kebakaran, dan lalu lintas.
- Sumber panas lainnya meliputi radiasi penyinaran Matahari dan radiasi permukaan bumi.
- Secara normal, suhu udara semakin tinggi seharusnya semakin dingin.
- Fenomena inversi tidak lazim dan hanya terjadi saat syarat tertentu terpenuhi.
- Inversi juga terbentuk akibat anomali tekanan atmosfer atau udara panas dari tempat lain.
- Udara panas dan gas yang naik tertahan oleh lapisan inversi.
- Fenomena inversi membentuk tudung (inversion cap) yang menjebak gas dan panas.
- Gas polutan tidak dapat naik ke atmosfer akibat terperangkap lapisan inversi.
- Bau tidak sedap di kawasan industri berlangsung lama saat kondisi cuaca tertentu karena inversi.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.