Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Politik Netral

Percepat Bantuan Bencana NTT, Mendagri Minta Pemda Segera Bergerak

Rabu, 9 September 2026, 00:28 WIB Sumber: CNN Dibaca 1 kali
Ukuran:

anak. Selain itu, rakor juga membahas pendataan kerusakan rumah secara berlapis sebagai dasar penentuan bantuan (15 juta untuk rusak ringan, 30 juta untuk sedang, dan 70 juta untuk berat) serta skema pembangunan hunian in situ atau relokasi yang akan dikoordinasikan dengan BNPB, Kementerian PKP, BPKP, dan LKPP.

Poin-Poin Utama

  • Mendagri Tito Karnavian pimpin Rakor virtual bersama Pemda NTT pada Selasa (8/9).
  • Rakor digelar dari Kantor Pusat Kemendagri.
  • Peserta rakor mencakup Menteri PKP Maruarar Sirait, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, serta bupati dari delapan kabupaten di Pulau Flores.
  • Tujuh kabupaten di Pulau Flores terdampak gempa bumi, satu kabupaten terdampak erupsi Gunung Lewotobi.
  • NTT dapat anggaran Belanja Tidak Terduga Rp40 miliar dari Presiden untuk bantuan bencana.
  • Realisasi bantuan bencana NTT tercatat 43 persen.
  • Realisasi bantuan di beberapa daerah tercatat 27 persen dan 25 persen.
  • Bantuan diarahkan untuk kebutuhan makanan, pakaian, dan kebutuhan khusus perempuan serta anak-anak di pengungsian.
  • Bantuan kerusakan rumah ringan sebesar Rp15 juta.
  • Bantuan kerusakan rumah sedang sebesar Rp30 juta.
  • Bantuan kerusakan rumah berat sebesar Rp70 juta, dibangun sendiri di tanah pemilik.
  • Rumah rusak berat dibangun in situ, atau direlokasi jika lahan tidak memungkinkan.
  • Pemda diminta melakukan pendataan dan verifikasi berlapis terhadap kerusakan rumah warga terdampak.
  • Pembangunan hunian tetap di Sumatera ditangani BNPB untuk in situ dan Kementerian PKP untuk relokasi.
  • Pemerintah jadwalkan koordinasi dengan BPKP dan LKPP pada Senin guna mempercepat proses lelang.
Tagar Terkait
#kemendagri#gempa bumi#tito karnavian#mendagri#flores#bantuan bencana#bencana ntt#gunung lewotobi
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh CNN.

Buka Sumber di CNN

Warta Terkini Lainnya