Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Kesehatan Netral

Studi Ungkap Hubungan Cat Rambut Permanen dengan Risiko Kanker Payudara

Rabu, 9 September 2026, 01:18 WIB Sumber: Media Indonesia Dibaca 1 kali
Ukuran:

Studi Sister Study terhadap 46.709 perempuan menemukan hubungan antara penggunaan cat rambut permanen dan pelurus rambut kimia dengan peningkatan risiko kankerpayudara, dengan risiko tertinggi pada perempuan Afrika-Amerika (60%) yang menggunakan cat rambut permanen setiap 5-8 minggu atau lebih sering. Peningkatan risiko tersebut dikaitkan dengan kandungan bahan kimia dalam produk rambut, seperti amina aromatik, PPD, dan 2,4-diaminoanisole sulfate, yang bersifat mutagenik atau dapat mengganggu sistem hormon. Namun, temuan ini belum membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung, sehingga penelitian lebih lanjut masih diperlukan.

Poin-Poin Utama

  • Penelitian Sister Study menganalisis 46.709 perempuan.
  • Pengguna pewarna rambut permanen dalam satu tahun sebelum penelitian memiliki risiko kankerpayudara 9% lebih tinggi.
  • Perempuan Afrika-Amerika yang memakai pewarna rambut permanen setiap 5–8 minggu atau lebih sering memiliki peningkatan risiko kankerpayudara sebesar 60%.
  • Perempuan kulit putih yang memakai pewarna rambut permanen memiliki peningkatan risiko kankerpayudara sebesar 8%.
  • Pengguna pelurus rambut kimia setiap 5–8 minggu memiliki risiko kankerpayudara 30% lebih tinggi.
  • Produk perawatan rambut dapat mengandung lebih dari 5.000 bahan kimia.
  • Bahan kimia dalam produk rambut mencakup senyawa bersifat mutagenik dan pengganggu hormon, termasuk amina aromatik.
  • Para-phenylenediamine (PPD) dan 2,4-diaminoanisole sulfate dikaitkan dengan pembentukan tumor pada kelenjar susu tikus.
  • Pengguna pewarna rambut dalam satu tahun terakhir memiliki kemungkinan delapan kali lebih tinggi memiliki aduk 4-aminobiphenyl (4-ABP)-DNA pada sel epitel saluranpayudara.
  • Studi tidak membuktikan hubungan sebab-akibat langsung antara pewarna atau pelurus rambut dengan kankerpayudara.
  • Sumber data: National Institute of Environmental Health Sciences (NIEHS).
Tagar Terkait
#kesehatan wanita#kanker payudara#pewarna rambut#cat rambut permanen#penelitian medis
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.

Buka Sumber di Media Indonesia

Warta Terkini Lainnya