Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Sains Netral

Letusan Gunung Berapi Bisa Mendinginkan Bumi, Begini Prosesnya

Rabu, 9 September 2026, 01:38 WIB Sumber: Media Indonesia Dibaca 1 kali
Ukuran:

Letusan gunung berapi eksplosif dapat mendinginkan Bumi secara sementara karena gas SO₂ yang mencapai stratosfer bereaksi dengan air membentuk aerosol sulfat, yang memantulkan radiasi Matahari dan menurunkan suhu permukaan sekitar 0,5–0,6 derajat Celsius selama satu hingga tiga tahun, seperti terlihat pada erupsi Gunung Pinatubo tahun 1991. Efek pendinginan ini tidak permanen karena aerosol perlahan tersingkir dari stratosfer, sehingga tidak dapat mengatasi pemanasan global jangka panjang akibat gas rumah kaca.

Poin-Poin Utama

  • Letusan gunung berapi dapat mendinginkan Bumi sementara melalui aerosol sulfat di stratosfer.
  • Gas SO₂ dari erupsi bereaksi dengan air membentuk aerosol sulfat berukuran sangat kecil.
  • Aerosol sulfat bertahan di atmosfer selama beberapa tahun tergantung besarnya letusan.
  • Aerosol sulfat memantulkan dan menyebarkan kembali radiasi Matahari ke angkasa.
  • Efek pendinginan dari SO₂ terjadi setelah berubah menjadi aerosol sulfat, bukan secara langsung.
  • Pendinginan akibat aerosol vulkanik umumnya hanya berlangsung beberapa tahun.
  • Erupsi Gunung Pinatubo tahun 1991 menyuntikkan sekitar 15 juta ton SO₂ ke stratosfer.
  • Aerosol sulfat erupsi Pinatubo menyebar ke seluruh dunia dalam waktu sekitar dua tahun.
  • Erupsi Pinatubo menurunkan suhu rata-rata global sekitar 0,6 derajat Celsius.
  • Dampak iklim terbesar berasal dari perubahan SO₂ menjadi asam sulfat yang membentuk aerosol sulfat.
  • Beberapa erupsi besar abad lalu menurunkan suhu rata-rata permukaan sekitar setengah derajat selama 1–3 tahun.
  • Erupsi Pinatubo menyebabkan pendinginan permukaan yang lebih besar pada puncak dampaknya.
  • Tidak semua erupsi menghasilkan efek pendinginan global; tergantung besaran emisi SO₂ dan ketinggian letusan.
  • Pendinginan vulkanik hanya sementara, sedangkan gas rumah kaca memberikan pengaruh jangka panjang.
  • Fenomena letusan gunung berapi tidak dapat mengatasi pemanasan global.
Tagar Terkait
#gunung berapi#nasa#so2#iklim#letusan#pendinginan global#aerosol sulfat#stratosfer#pinatubo#usgs
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.

Buka Sumber di Media Indonesia

Warta Terkini Lainnya