Siti si Vampir Hadirkan Horor-Komedi dengan Sentilan Kesenjangan Kelas
komedi dengan kritik sosial terhadap kesenjangan kelas, melalui tokoh Siti (Satine Zaneta), perempuan sederhana dari rusun Bojong Kenyot yang bermimpi menjadi kaya dan influencer, hingga akhirnya berubah menjadi vampir setelah bertemu Nakula (Ciccio Manassero), vampir dari kalangan elite. Kontras kehidupan manusia biasa yang penuh kerja keras dengan dunia vampir yang serba mewah dan glamor menjadi satir atas kesenjangan kelas, sementara rencana Nakula membangun pilot project untuk menyuplai darah manusia dalam jumlah besar berpotensi memunculkan konflik baru. Film ini mengemas persoalan kelas dan kehidupan urban melalui pendekatan ringan dengan horor dan komedi sebagai pintu masuk.
Poin-Poin Utama
- Film Siti si Vampir bergenre horor-komedi, disutradarai oleh Rahabi Mandra.
- Film ini menyelipkan kritik terhadap kesenjangan kelas sosial.
- Tokoh utama Siti diperankan oleh Satine Zaneta.
- Siti digambarkan sebagai perempuan muda sederhana yang tinggal bersama ayahnya di rumah susun Bojong Kenyot.
- Siti membantu ayahnya mengelola warung sederhana.
- Siti berambisi menjadi kaya dan seorang influencer.
- Perubahan hidup Siti terjadi setelah bertemu vampir Nakula.
- Nakula diperankan oleh Ciccio Manassero.
- Nakula merupakan vampir dari kalangan elite yang berpengaruh.
- Siti berpindah dari kehidupan sederhana ke lingkungan vampir yang serba mewah dan eksklusif.
- Kontras kehidupan tersebut berfungsi sebagai satir mengenai kesenjangan kelas.
- Satine mengaku harus mendalami logat dan bahasa perempuan asal Bekasi untuk peran Siti.
- Nakula memiliki gagasan bernama pilot project untuk mendapatkan suplai darah manusia dalam jumlah besar selama setahun.
- Para vampir dalam cerita telah mengandalkan darah sintetis dan tidak lagi menyerang manusia.
- Film menggunakan horor dan komedi sebagai pendekatan ringan untuk menyoroti persoalan kelas dan kehidupan urban.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.