Krisis Iklim Ancam Perbaikan Kualitas Udara Dunia
Pakar PBB melalui laporan WMO memperingatkan bahwa karhutla dan gelombang panas akibat krisis iklim mengancam perbaikan kualitas udara dunia, karena polutan dari keduanya justru memperburuk udara sekaligus memengaruhi iklim. WMO mencatat aktivitas karhutla global meningkat sekitar tiga kali lipat sejak 1990 dan dikaitkan dengan sekitar 100 ribu kematian per tahun pada periode 2010-2018 akibat paparan asap yang memicu serangan asma, PPOK, gangguan pernapasan, kesehatan mental, dan kelahiran. Selain itu, peningkatan ozon permukaan yang terbentuk dari reaksi emisi industri dan kendaraan dengan sinar matahari juga diperparah gelombang panas ekstrem, sehingga merusak jaringan paru dan berisiko menyebabkan masalah jantung.
Poin-Poin Utama
- WMO: karhutla dan gelombang panas ancam perbaikan kualitas udara global.
- Laporan WMO: wilayah perbaiki kualitas udara hadapi ancaman baru.
- Ancaman berasal dari asap karhutla dan ozon permukaan akibat gelombang panas ekstrem.
- Krisis iklim dan polusi udara saling terkait membentuk lingkaran setan.
- Cuaca ekstrem dari pemanasan global hasilkan polutan perburuk udara dan iklim.
- Ilmuwan WMO Lorenzo Labrador: kualitas udara dan iklim tak bisa dipisahkan.
- Laporan WMO terbit bertepatan Hari Udara Bersih Internasional, Selasa (8/9/2026).
- Karhutla ekstrem tingkatkan paparan polutan berbahaya bagi kesehatan.
- Asap karhutla picu tekanan oksidatif pada tubuh manusia.
- Paparan asap karhutla terkait lonjakan serangan asma dan perawatan PPOK.
- Asap karhutla berdampak pada kesehatan mental dan kelahiran.
- Aktivitas karhutla global naik sekitar tiga kali lipat sejak 1990.
- Karhutla dikaitkan dengan sekitar 100000 kematian per tahun periode 2010-2018.
- Polusi ozon permukaan terbentuk dari reaksi emisi industri dan kendaraan dengan sinar matahari.
- Konsentrasi ozon meningkat selama periode gelombang panas berkepanjangan.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.