Gerindra Tarik Pernyataan soal Wacana Pemakzulan Bupati Masinton
DPC Partai Gerindra Tapanuli Tengah menarik pernyataan terkait wacana pemakzulan Bupati Masinton Pasaribu yang awalnya dilontarkan bersama empat partai lain (NasDem, Golkar, PKB, PAN) karena menilai penyerapan APBD 2026 rendah. Ketua DPD Gerindra Sumut menyebut pernyataan DPC Tapteng itu di luar koordinasi dan menegaskan partainya mendukung stabilitas pemerintahan daerah. Bupati Masinton merespons dengan meminta semua pihak menghentikan tarik-menarik politik dan fokus pada pemulihan pascabencana serta penyaluran bantuan jaminan hidup bagi korban.
Poin-Poin Utama
- DPC Partai Gerindra Tapanuli Tengah menarik pernyataan soal wacana pemakzulan Bupati Masinton Pasaribu.
- Gerindra Tapteng menyatakan sudah tidak terlibat dalam pernyataan sikap bersama pemakzulan tersebut.
- Lima partai politik semula melempar wacana pemakzulan Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu.
- Lima partai tersebut adalah Gerindra, NasDem, Golkar, PKB, dan PAN.
- Wacana pemakzulan dilatarbelakangi penyerapan APBD Tapteng 2026 yang dianggap rendah.
- Penyerapan APBD Tapteng 2026 baru mencapai 30 persen per Agustus.
- Ketua DPC Gerindra Tapteng Hazmi Arif Simatupang mengumumkan penarikan pernyataan melalui video.
- Ketua DPD Gerindra Sumut Ade Jona Prasetyo menyebut pernyataan DPC keluar dari koordinasi DPD dan DPP.
- DPD Gerindra Sumut menyatakan mendukung stabilitas jalannya pemerintahan di Tapteng.
- Ade Jona mengajak semua pihak bersatu untuk pemulihan pascabencana di Tapteng.
- Bupati Masinton meminta penghentian tarik-menarik politik dan fokus pada pemulihan serta pembangunan.
- Masinton menyebut bantuan jaminan hidup tahap awal telah disalurkan ke 10.752 KK atau sekitar 46.000 jiwa.
- Penyaluran Jadup tahap berikutnya direncanakan menyasar sekitar 34.000 KK atau 130.000 jiwa.
- Realisasi penyaluran Jadup tahap berikutnya dijadwalkan September 2026.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh CNN.